20 Makanan Khas Sulawesi Tengah Yang Perlu Dicoba

waktu baca 10 menit
Ket Foto: Makan Khas Sulawesi Tengah. (Foto/Ilustrasi gemasulawesi.com)

Kupas Tuntas, gemasulawesi – Indonesia memang dikenal dengan ragam makanannya yang bukan main. Tiap daerah pasti memiliki jenis yang berbeda-beda. Salah satu yang wajib dicoba adalah Sulawesi Tengah.

Sulawesi Tengah yang memiliki ibu kota di memang sangat terkenal dengan berbagai khasnya yang unik dan berbeda dari daerah lain. Memiliki dominan rasa pedas dan asam, Kalian perlu mencobanya jika sedang berlibur atau singgah kesana.

20 Sulawesi Tengah Yang Perlu Dicoba

Cita rasa makanan Sulawesi Tengah dikenal sangat nikmat dan menggugah selera. Hanya melihat gambarnya saja, kita pasti tahu jika makanan tersebut enak. Tak heran jika banyak wisatawan yang nagih dan datang kesana untuk memanjakan lidahnya saja.

Tidak hanya makanan berat saja, banyak makanan ringan seperti kudapan yang bisa dicoba. Apabila kamu sedang berada disana, coba jelajah kulinernya di sepanjang jalan sambil menikmati pemandangan yang indah juga.

Makanan memang selalu menjadi tujuan liburan selain wisata atau destinasinya. Banyak sekali makanan Sulawesi Tengah yang perlu dicoba. Disini kami akan membahas 20 jenis makanan daerah ini, antara lain:

  1. Milu Siram

Makanan ini mungkin terdengar asing ditelinga kalian, apalagi yang bukan merupakan orang Sukawesi Tengah. Milu siram atau biasa juga disebut dengan nama binte biluhuta banyak dijual dengan berbagai varian rasa.

Malu siram yang berasal dari bahan dasar jagung muda ini sangat populer di daerah asalnya. Bahkan para wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri yang berkunjung Sulawesi Tenggara sangat terkesan dengan rasa dari makanan lezat ini.

Sup jagung yang merupakan makanan Sulawesi Tengah ini biasanya disajikan dengan tambahan bahan lainnya seperti udang atau ikan yang sudah diolah terlebih dahulu.

Umumnya milu siram tersaji disesuaikan dengan selera pengunjung. Rasa yang bisa dipilih seperti manis, asin, hingga pedas. Jadi semua sekte penikmat makanan bisa menikmati kuliner satu ini.

  1. Uta Kelo

Uta kelo merupakan makanan Sulawesi Tengah yang terbuat dari daun kelor sebagai bahan baku utama yang dimasak dengan santan. Isian lain yang bisa dipilih di dalam uta kelo yakni potongan ikan, udang, terong dan  pisang kepok.

Memiliki rasa yang sangat gurih dari santan, makanan ini juga memiliki perpaduan rasa pedas dari potongan cabai rawit. Uta kelo sekilas mungkin mirip dengan gulai daun singkong namun rasanya berbeda.

Para pecinta makanan pedas wajib mencicipi makanan khas Sulawesi Tengah yang banyak ditemukan di suku Kaili, wilayah Kabupaten Donggala jika berkunjung kesana. Selain enak, uta kelo juga memiliki khasiat yang bagus untuk tubuh dalam pemulihan tenaga.

  1. Kapurung

Kuliner satu ini juga terbuat dari sayuran rebus yang dicampur dengan tepung sagu. Bahan utama yang terdapat pada kapurung sendiri yakni sayur-sayuran seperti kacang panjang, jantung pisang, pakis, dan juga bayam.

Untuk varian rasa, kalian bisa memilih salah satu diantara ayam, ikan atau udang. Kapurung meskipun tergolong sebagai kuliner tradisional ternyata memiliki nilai gizi yang dapat membantu nutrisi tubuh karena banyak mengandung protein.

Selain itu, hal menarik bagi kalian semua yakni kapurung ini rendah kalori. Jadi jangan takut untuk mencobanya meskipun sedang melakukan diet atau menjaga pola makan. Makanan ini akan lebih nikmat bila disantap saat hujan turun.

  1. Sambal Ikan Roa

Makanan yang satu ini jangan sampai dilewatkan deh jika kalian berada di Sulawesi Tengah. Meskipun kadang dijual di luar daerah, namun rasanya akan berbeda dengan makan langsung dari sumber produksinya.

Rasa nikmat dari ikan roa yang sudah dikeringkan dan dicampur dengan cabai, bawang merah serta beberapa bumbu lain ini sangat diminati oleh wisatawan dan kerap dijadikan oleh-oleh. Di Sulawesi sendiri, sambal ini menjadi pelengkap pisang goroho, nasi kuning, dan bubur tinutuan.

Hal ini akan menjadikan ada sensasi unik dan berbeda bagi siapapun yang biasa menikmati sambal dengan lauk pauk dan nasi. Jangan menyebut sajian ini aneh sebelum kalian mencobanya sendiri.

  1. Uta Dada

Setelah uta kelo, kini ada makanan khas Sulawesi Tengah lainnya yang wajib dicoba, yakni uta dada. Jika memesan uta dada, kalian bisa memilih mau menggunakan ayam kampung atau ikan cakalang sebagai isian.

Uta dada memiliki arti kuah santan dan aromanya sangat harum. Masakan satu ini harus melalui tahap pengasapan terlebih dulu sebelum disajikan ke pelanggan. Biar makin kenyang dan nikmat, tambahkan juga ketupat saat memakannya.

Banyak turis lokal yang kepincut dengan rasa serta aroma makanan khas ini. Bagi kalian warga asli sana, jangan mengaku orang Sulawesi jika belum mencobanya. Dijamin kalau sudah mencobanya, satu porsi tidak akan cukup.

  1. Onyop

Onyop bisa dikatakan sebagai papeda dari Sulawesi Tengah karena penyajiannya berbentuk bubur sagu. Berbeda dengan papeda yang merupakan makanan pokok dari papua, onyop merupakan makanan pendamping.

Bubur sagu ini biasanya ditambahkan dengan ikan serta kuah asam yang dicampur perasan jeruk lemon dan belimbing. Idealnya saat mengonsumsi onyop, langsung telan bersamaan dengan kuah ikan agar tidak terasa seperti makan permen karet.

Agar semakin nikmat, sajikan onyop bersama sambal dan sayuran. Kuliner ini banyak ditemukan di restoran atau rumah makan pada kota Luwuk. Jangan sampai tidak mencobanya jika sedang berada di Sulawesi Tengah atau kamu akan penasaran terus dengan rasanya.

  1. Lalampa

Mungkin banyak yang mengira jika lalampa ini adalah lemper. Memiliki bentuk yang hampir mirip, lalampa lebih lonjong dan ramping dibanding lemper. Lalampa dibuat dari santan, beras ketan putih, beberapa bumbu serta ikan cakalang sebagai isian.

Makanan khas Sulawesi Tengah ini banyak ditemukan di pasar tradisional hingga hotel bintang lima. Masyarakat sana biasanya menyajikan lalampa dengan ditemani kopi atau teh. Jika lemper dibuat dengan cara dikukus, lalampa dibuat melalui proses pembakaran.

  1. Kaledo

Tahu tidak kalian apa kepanjangan dari kaledo? Ternyata kaledo memiliki kepanjangan yakni “kaki lembu donggala”. Sup kaki ini diisi dengan tulang lembu yang sangat besar dan juga daging yang tebal.

Meskipun banyak penjual yang menggunakan kaki sapi biasa, namun rasanya masih tetap sama-sama nikmat. Cara pembuatan kaledo memiliki proses yang panjang karena harus direbus dengan waktu yang lama. Hal ini membuat tekstur daging yang dihasilkan begitu empuk dan lumer.

Untuk kuahnya, sup kaki ini terbuat dari kaldu murni tanpa tambahan santan sehingga rasanya sangat segar dan cocok untuk dikonsumsi saat musim hujan. Jangan sampai melewatkan lezatnya kaledo jika sedang mengunjungi Sulawesi Tengah.

  1. Kacang Goyang

Makanan khas Sulawesi Tengah ini sangat cocok dijadikan sebagai buah tangan atau oleh-oleh karena selain bisa tahan lama, biasanya sudah disajikan dalam bentuk plastik. Kenapa dinamakan kacang goyang? Karena proses pembuatannya harus digoyang diatas api.

Kacang goyang memiliki rasa perpaduan manis dan gurih karena dilapisi gula pada bagian luar kacang. Lebih uniknya lagi, lapisan luar pada kacang ini berwarna-warni sehingga terlihat sangat menarik bagi mata.

Kacang goyang memiliki tekstur yang agak keras namun saat digigit akan terasa lembut. Harganya juga tidak mahal, biasa dibanderol harga mulai dari Rp 10.000,00 saja tergantung ukuran. Warna seperti merah, pink, dan putih akan terlihat lebih dominan ketika kalian membeli kacang ini.

  1. Kue Paranggi

Kue paranggi biasa disebut dengan nama lain yakni bolu gula merah. Rasanya terbilang manis dan legit dengan bentuk yang menyerupai kue apem. Kue yang tampilannya gendut dengan warna coklat ini biasa dinikmati saat berkumpul dengan keluarga.

Tidak sulit untuk menemukan kue paranggi di sulawesi karena banyak dijual di pasar dan pinggir jalan. Proses pembuatannya juga tergolong mudah dengan menggunakan alat tradisional. Meskipun bagian luar kue ini tampak padat, namun dalamnya sangat lembut dan nikmat.

  1. Duo Sale

Sebagian orang mungkin menganggap makanan khas Sulawesi Tengah satu ini seperti sambal teri. Meskipun sama-sama menggunakan ikan teri sebagai bahan utama yang dimasak dengan sambal, namun kedua makanan ini sangat berbeda.

Duo sale terbuat dari ikan teri yang dimasak dengan cabai merah, bawang merah, dan tomat. Rasanya luar biasa pedas namun nikmat. Jika kalian pecinta makanan pedas, ini akan cocok sekali untuk dicoba dan dijadikan menu favorit.

  1. Labia Dange

Camilan ringan ini biasa juga disebut sagu dange karena bahan dasarnya menggunakan sagu. Cara pembuatannya yakni sagu dimasak dengan wajan yang dipanaskan di tungku tanah liat. Labia dange biasanya dimakan bersamaan dengan ikan dan gula merah.

Untuk rasanya, terdapat beberapa variasi dari gurih maupun manis sesuai selera masing-masing. Terdapat labia dange isi ikan teri, isi durian, isi gula aren dan lain-lain.

  1. Kue Buroncong

Makanan khas Sulawesi Tengah berikutnya yakni kue buroncong. Kue ini sangat populer di kota dengan bahan dasar gula, santan, telur, dan kelapa muda. Kue buroncong biasa disebut sebagai garoncong, geroncong, atau kue ganco yang sedikit mirip kue pukis.

Makanan ini memiliki cita rasa yang manis dan tekstur yang renyah. Bentuknya memang seperti kue pukis namun dengan ukuran yang lebih besar dan tebal. Cara pembuatannya yakni dibakar menggunakan cetakan khusus diatas tungku kayu.

Banyak pedagang yang melakukan inovasi untuk menambah kenikmatan kue ini. Mereka biasanya menawarkan varian rasa seperti tambahan coklat atau keju. Kue buroncong sudah ada sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu dan sangat terkenal di tempat asalnya.

  1. Nasi Jagung

Meskipun nasi jagung ini banyak ditemukan di berbagai daerah nusantara, namun cara penyajiannya berbeda dengan di Jawa. Jika di jawa penyajiannya dengan urap-urapan, ikan asin, dan tambahan lauk lainnya, di sulawesi penyajiannya dengan sayur kelor dan sayur asem.

Nasi jagung ini merupakan pengganti nasi biasa yang berasal dari suku kaili. Cara pembuatannya yakni dengan merendam beras, jagung, dan juga garam menjadi satu di dalam panci. Cobalah dan rasakan sensasi yang berbeda dari nasi jagung khas Sulawesi Tengah ini.

  1. Palumara

Merupakan makanan khas dari kota , nama palumara diambil dari ekspresi orang-orang setelah memakan hidangan ini. Palumara jika dikupas yakni berasal dari kata dan mara. karena berasal dari kota palu, sedangkan mara karena orang-orang kebanyakan seperti orang marah setelah memakan ini.

Mereka marah bukan karena rasanya yang tidak enak, namun kepedasan dengan cita rasanya yang sangat pedas. Selain pedas, ada juga kombinasi rasa asam yang segar. Palumara dibuat dengan bahan dasar ikan duo atau penja yang merupakan ikan khas Palu.

  1. Tinutuan

Sedikit ada persamaan dengan bubur manado, bubur tinutuan ini dicampur dengan sayur yang banyak. Bagi kalian pecinta sayuran pasti sangat menyukai makanan ini. Tinutuan biasanya dijadikan sebagai sumber sarapan pengganti nasi.

Jika mengonsumsi makanan ini, dijamin tubuh akan menjadi lebih bugar dan sehat karena mengandung banyak sayuran. Warnanya yang merupakan perpaduan kuning dan hijau ini sangat menggugah selera bagi siapapun yang hendak memakannya.

  1. Pondi Pondi

Pondi pondi merupakan makanan ringan yang dibuat dari parutan kelapa yang setelah itu diolah bersamaan dengan tepung sagu atau tepung beras dan juga gula pasir. Dibungkus dengan kertas warna-warni membuat makanan ini terlihat lebih menarik di mata anak-anak.

Makanan ini biasa dijadikan sebagai makanan nostalgia karena sekarang sudah lumayan susah ditemukan. Jadi jika kalian saat mengunjungi Sulawesi Tengah dan menemukan pondi pondi sebaiknya membeli saja agar tahu bagaimana rasa jajanan jadul yang nikmat dan manis ini.

  1. Tabora Dange

Kudapan yang berbahan dasar sagu ini memiliki julukan lain yakni jepa. Makanan ini dibuat secara tradisional menggunakan belanga dari tanah liat dan tungku. Bahan dasar lain dari tabora dange yakni kelapa parut dengan isian ikan dan gula merah.

Leker sagu dari Palu ini memiliki rasa manis dan gurih. Jika kalian sedang mencobanya, lebih baik dimakan dalam keadaan hangat agar lebih nikmat dan tidak keras saat dikunyah. Harga satuan makanan ini relatif murah yakni kisaran harga Rp 5.000,- an saja.

  1. Kerak Sagu

Berbahan dasar sagu juga seperti tabora dange, kerak sagu juga dimasak dalam wajan berasal dari tanah liat. Pengolahannya sekilas memang mirip kerak telur dari Betawi, namun rasanya jelas berbeda.

Kerak sagu sendiri biasa dicampur dengan suwiran ikan, teri, atau udang yang sudah diberi bumbu terlebih dahulu. Untuk mendapatkannya kalian hanya perlu merogoh uang sekitar Rp 5.000,- an saja per biji. Agar lebih nikmat, bisa juga ditambahi telur dalam penyajiannya.

  1. Barongko

Barongko banyak dikenal sebagai kue kejujuran. Makanan khas Sulawesi Tengah ini terbuat dari pisang yang dihaluskan dan dibungkus lagi dengan daunnya. Pisang yang digunakan biasanya pisang kepok dan pisang raja. Selain itu bahan lainnya yakni santan, telur, gula dan garam.

Dahulu kala hidangan ini banyak disajikan sebagai makanan penutup dan ditemukan pada pesta adat saja. Namun sekarang kalian bisa mendapatkannya di pedagang kaki lima atau restoran sekalipun. Untuk membuat barongko, harus dikerjakan dengan orang yang berpengalaman agar kualitasnya tetap terjaga.

Itu dia 20 jenis makanan khas Sulawesi Tengah yang sangat populer dan mudah ditemukan jika sedang berada disana. Kalian bisa pilih makanan mana yang sesuai dengan lidah dan selera masing-masing. Namun tidak ada salahnya jika mencoba hal baru karena dijamin semuanya memiliki rasa yang nikmat. (*/fan)

Baca: Kenali Berbagai Jenis Stres serta Cara Mengatasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.