Makanan Tradisional Tiap Daerah di Indonesia

waktu baca 6 menit
Ket Foto: Makanan khas Padang Rendang (Foto Istimewa)

Kupas tuntas, gemasulawesi – Indonesia mempunyai 34 provinsi dengan berbagai keanekaragaman, mulai dari pakaian adat, rumah adat, berbagai macam bahasa, tradisi hingga makanan tradisional khas berdasarkan daerah masing-masing. Menariknya Anda tidak perlu lagi berkeliling Indonesia untuk bisa mencicipi masing-masing makanan daerah. Sudah banyak makanan dari berbagai daerah tersedia di satu lokasi seperti kota-kota besar.

Keunikan Makanan Tradisional Nusantara di Indonesia

Meskipun bahan utama dari makanan tradisional nusantara sama, namun mempunyai cita rasa dan penyajian berbeda. Perbedaan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ketersediaan bahan, perbedaan suhu dan ketinggian suatu daerah hingga mata pencaharian. Masing-masing punya sejarah dan keunikan sendiri-sendiri. Berikut ini berbagai keunikan serta resep sederhana makanan nusantara.

Makanan Tradisional Nusantara: Sop Buntut

Makanan Berkuah dari Jakarta ini konon sudah ada dari jaman kolonial Belanda. Sejarahnya, saat itu masyarakat hanya mampu membeli bagian sapi berupa tangkar (tulang iga), buntut dan kaki. Sehingga sop buntut dulunya sudah menjadi menu sehari-hari masyarakat Jakarta. Namun semakin maju, semakin mudah orang memakan daging dan membuat semakin langka makanan ini. Tidak hanya ikonik, Sop Buntut juga menjadi kuliner spesial setiap berkunjung ke Jakarta.

Kerak Telor

Makanan tradisional nusantara khas dari kota Jakarta khususnya Betawi ini, terbuat dari telur ayam dan kerak nasi. Bahan-bahannya berupa beras ketan putih, telur ayam, asinan udang kecil yang disangrai. Bahan-bahan tersebut dimasak hingga membentuk kerak lalu ditaburkan bawang goreng, bumbu yang telah dihaluskan seperti kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica butiran, garam hingga gula pasir.

Nasi Lengko

Selain makanan manis berbahan tepung beras dan kuah cair manisnya yang populer dengan nama serabi, Jawa Barat juga mempunyai hidangan daerah berupa Nasi Lengko. Cara pembuatannya sangat mudah dan bahan-bahannya juga sangat mudah didapat. Hanya terbuat dari nasi biasa dengan isian berupa sayuran, tahu goreng, tempe goreng, daun kucai, ketimun dan juga tauge. Ada juga saus kacang sebagai pelengkap rasa rugih serta memperlembut tekstur makanan.

Rujak Kangkung

Selain Nasi Lengko, Jawa Barat juga mempunyai makanan tradisional nusantara berupa Rujak Kangkung. Makanan rujak selalu identik dengan sayur, buah yang ditaburi bumbu kacang. Sementara Rujak Kangkung mempunyai bahan utama berupa sayuran kangkung. Penggunaan kangkung awalnya karena cara memperolehnya cukup mudah serta sayur ini bersifat kering atau tidak mengandung banyak air, membuat rasa pedas dari bumbu semakin terasa. Perbedaan dengan rujak lainnya adalah terdapat asam jawa di dalamnya sehingga ada sensasi rasa asam pedas saat makan Rujak Kangkung.

Baca: Wisata Kuliner Jakarta yang Legendaris dan Kekinian, Wajib Coba Nih!

Lumpia

Makanan khas kota Semarang ini bisa dijadikan makanan berat dan juga bisa dijadikan sebagai cemilan. Salah satu makanan dengan kulit berbahan adonan tepung dan isian bisa berupa telur, rebung, daging, udang hingga sayuran. Ada 3 tahap membuatnya yaitu membuat isian terlebih dahulu lalu disangrai setengah matang. Kemudian membuat kulit lumpianya. Setelah itu tahap terakhir membungkus isian menggunakan isinya. Meski bisa langsung dimakan namun banyak orang tetap menggorengnya untuk menghasilkan kulit lumpia yang krispi dan lebih tahan lama.

Nasi Gudeg

Nasi Gudeg merupakan makanan tradisional nusantara khas dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Berbahan dasar nangka muda dengan isian lain berupa telur rebus, krupuk kulit yang dan juga tahu. Kuah dari Gudeg berupa santan berwarna kental atau disebut areh. Agar memenuhi pecinta rasa pedas, Gudeg juga diberi varian rasa pedas dengan level kepedasan berbeda-beda.

Baca: Ragam Menu Berbahan Daging Saat Idul Adha

Rujak Cingur

Identik dengan sayur dan buah, rujak satu ini justru menyajikan mulut. Cingur mempunyai arti mulut, sehingga rujak cingur berbahan muliut sapi. Pelengkap makanan tersebut berupa sayuran dengan bumbu berbahan petis udang, air matang, gula atau gula merah, cabai, kacang tanah goreng, bawang merah, dan garam. Uniknya dari makanan ini adanya irisan-irisan tipis dari buah pisang berbiji hijau yang masih muda (pisang kluthuk).

Soto Banjar

Makanan tradisional nusantara berkuah segar asal Kalimantan Selatan ini mempunyai bahan utama berupa daging ayam. Aromanya yang khas berasal dari kayu manis, biji pala, serta cengkeh. Daging ayam tersebut akan disuwir-suwir dan ditabur seperti topping. Isian selain ayam berupa perkedel atau bisa diganti pisang rebus, telur rebus, dan juga ketupat. Jadi soto banjar menggunakan karbo dari ketupat bukan nasi biasa.

Bubur Sagu (Papeda)

Makanan khas dari Indonesia Timur yaitu Maluku dan Papua. Masyarakat di sana memanfaatkan sumber daya alam melimpah berupa pohon sagu. Lalu mengolahnya menjadi tepung dan dijadikan bubur sagu. Makanan papeda layaknya makan nasi di daerah lain. Biasa disajikan dengan kuah kuning dengan lauk berupa ikan tongkol, ikan mubara. Kuah kuning dari bumbu kunyit dan jeruk nipis.

Baca:  Makanan Khas Indonesia yang Wajib Kamu Coba

Rendang

Makanan tradisional nusantara khas daerah Sumatera Barat ini sudah dapat dinikmati seluruh masyarakat Indonesia. Rendang pernah dinobatkan sebagai makanan terlezat di dunia. Tidak heran jika memasaknya juga memakan waktu lama. Terbuat dari bahan dasar daging sapi yang dimasak menggunakan santan dan rempah-rempah. Daging akan dibiarkan selama berjam-jam dengan api kecil agar keseluruhan potongan daging terasa bumbunya dan tentunya lebih empuk.

Pempek

Selain Rendang, makanan khas lain dari Sumatera Barat ini bisa dijadikan cemilan. Pempek terbuat dari olahan ikan yang dicampur dengan sagu. Beberapa diisi rebusan telur puyuh agar menambah nutrisi makanan. Cara menyantapnya diguyur dengan kuah cuko atau cuka, kuah cokelat encer dengan rasa sedikit masam.

Ayam Betutu

berbahan dasar daging ayam ini berasal dari Bali. Sama seperti olahan daging pada umumnya, makanan ini juga kaya akan rempah-rempah sehingga kaya akan cita rasa dan beraroma kuat. Perbedaan dengan olahan daging lainnya yaitu dari cara memasaknya. Ayam akan dimasak secara utuh dan dilumuri bumbu. Cara memasaknya dengan membakar ayam utuh berbumbu tersebut. Sehingga menghasilkan tekstur lembut dan beraroma wangi.

Baca: Bikin Ngiler! Berikut 12 Makanan Khas Aceh yang Wajib Dicoba

Rawon

Makanan dari bahan daging selanjutanya mempunyai warna kuah dan rasa yang unik. Kuah rawon berwarna hitam kecoklatan. Warna tersebut didapatkan dari keluak yaitu buah dari pohon kepayang. Sebelum dijadikan pewarna kuah, keluak akan direbus terlebih dahulu lalu diperam di dalam abu selama satu bulan. Fermentasi ini dilakukan untuk membuang racun alami pada keluak segar setelah dipetik. Keluak juga digunakan sebagai bumbu Rawon. 

Ada juga bumbu lain berupa jahe, kemiri, kunyit, cabai merah dan juga garam. Memasak makanan tradisional nusantara khas Bali ini dengan cara daging akan direbus bersama dengan bumbu sampai matang. Penyajiannya disantap dengan nasi hangat. Adanya bumbu berbahan kacang dari rawon membuat rasa semakin gurih.

Demikian beberapa keunikan makanan tradisional nusantara dibandingkan dengan makanan khas lainnya. Meski terbuat dari bahan dasar sama, namun perbedaan bumbu dan cara memasaknya membuat variasi rasa lebih menarik. Anda juga sudah bisa membuatnya sendiri di rumah dengan melihat resep-resep masakannya. (*/fan)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Baca: Senior Cekoki Miras Mahasiswa Baru Poltekkes Makassar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.