Naik Terus, Harga Telur di Parigi Moutong Jadi Rp 60 Ribu Per Rak

waktu baca 2 menit
Peternak Ayam (Ilustrasi Gambar)

Berita Parigi Moutong, gemasulawesi – Naik terus, harga telur di sejumlah pasar di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi tengah, mengalami kenaikan dari harga harga sebelumnya Rp 40 ribu dan 45 ribu per raknya kini jadi Rp 60 ribu per rak.

Akibat lonjakan tersebut, daya beli warga turun dan pedagang mulai mengeluhkan soal harga telur yang tinggi.

Salah satu pedagang di pasar tradisional Parigi, Hj Asia mengatakan, kenaikan harga disebabkan harga beli agen telur di kisaran Rp. 57.000-58.000 per rak.

“Harga telur meningkat selama tiga minggu terakhir. Kalau dijual eceran harganya bervariasi sesuai ukuran, telur besar dijual Rp 2.500 dan yang kecil dijual Rp 2.000 per butir,” ucapnya, Selasa 20 Agustus 2022.

Dia mengaku tidak yakin mengapa harga telur seperti itu melonjak. Apakah karena mahalnya harga pakan ayam atau alasan lain?

Pedagang lainnya, Arif, mengatakan bahwa telur merupakan salah satu makanan pokok masyarakat yang sangat penting, meskipun dengan harga yang naik, masyarakat juga membelinya dalam jumlah kecil.

Dia mengharapkan harga pasar telur segera stabil. Dengan demikian, harga jual konsumen akan kembali ke level sebelumnya.

“Saya berharap pemerintah mengambil langkah untuk mengendalikan harga telur agar segera turun. Jadi pembeli telur bisa kembali lancar,” harapnya.

Sementara, peternak ayam Parigi Rusli mengatakan, saat ini harga jual para pedagang telur di Parigi adalah Rp 55.000 per rak, terlepas dari apakah mereka mengambilnya langsung dari kandang atau membawanya ke pedagang di pasar.

Lonjakan terjadi dalam beberapa pekan terakhir, dimulai dari pedagang telur ayam di Sulawesi Selatan dan Kota Palu. Jadi petani mengikuti harga jual dengan harga.

Baca: Garuda Sebut Ekspor Kepiting Kendari-Singapura Meningkat

“Kenaikan harga telur tidak berdampak pada pakan ayam. Karena harga pakan tetap stabil dan mudah didapat di harga Rp 470.000 per karung. Kalau naik biasanya sampai Rp 500.000 lebih per karung,” terangnya.

Ia menambahkan sebagai petani mandiri ia mendapat dukungan pakan ayam berupa jagung dari pemerintah setempat untuk kepentingan petani di Kabupaten Parigi Moutong.

Ia mengatakan, rencananya, kami akan coba membentuk asosiasi peternak di Parigi. (*/Ikh)

Baca: Tertimbun Longsor, Jalan Poros Mamuju-Mamasa Lumpuh

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.