Padi dan Jagung Tetap Jadi Tanaman Utama Petani di Palu

waktu baca 2 menit
Petani padi (Foto Ilustrasi)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Padi dan jagung masih tetap jadi tanaman utama bagi petani di Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, walau kondisi lahan pertanian yang mengalami penyusutan.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Kota Palu, Nur Laila di Palu, Kamis 15 September 2022.

“Walaupun lahan pertanian berkurang, padi dan jagung tetap jadi tanaman utama bagi petani di Palu, meski produksinya tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya,” ucap Nur Laila.

Laila menjelaskan, ketersediaan lahan sawah di ibu kota Sulawesi Tengah itu sekitar 266 dari sekitar 365 hektar menurut data 2019, yang dipicu oleh alih fungsi lahan dan dampak gempa 28 September 2018.

Menurut dinas pertanian setempat, realisasi panen padi pada Januari hingga Agustus 2022 seluas 189 hektar dengan hasil produksi 178 tongaba panen kering (GKP).

“Produksi tahun ini turun sekitar 250 ton dibandingkan periode yang sama dibandingkan tahun 2021, dan kami berharap produksi petani akan lebih baik selama tiga bulan tersisa,” kata Laila.

Selain padi, kata dia, petani lokal juga memproduksi jagung di subsektor tanaman pangan pada periode yang sama, sekitar 103 ton jagung pipilan setelah selesai tanam 110 hektar.

Dibandingkan tahun sebelumnya, petani menghasilkan 216 ton kue kering pada periode yang sama di atas lahan seluas 156 hektar, terjadi penurunan produksi sekitar 113 ton.

“Jagung dan beras tetap menjadi makanan pokok bagi para petani di daerah ini. Mereka tidak hanya menjual hasil panennya tetapi juga mengkonsumsinya sendiri,” kata Laila.

Baca: Sambut Harkannas 2022, Pemda Parigi Moutong Matangkan Kesiapan

Ia menambahkan, tahun ini, selain pembatasan pengurangan lahan, Kota Palu belum mendapat bantuan benih dari APBN untuk kegiatan pertanian karena daerah tersebut tidak memiliki lahan 25 hektar yang dibutuhkan Kementerian Pertanian (Kementan) secara khusus. daerah jagung karena sistem yang dibangun terintegrasi dengan subsektor hortikultura dan perkebunan.

Kemudian, dalam hal tanaman padi, para petani di daerah tersebut tidak bersedia melaksanakan program Index Planting 400 (IP400) dalam satu tahun untuk panen empat kali lipat yang biasanya hanya panen tiga kali.

“Setelah menghubungi pemerintah pusat, Kota Palu akan menerima bantuan benih lagi pada tahun 2023 dan kami berusaha melalui tim pendamping pertanian setempat untuk mewujudkan program IP400,” ucap Laila. (*/Ikh)

Baca: BBM Naik, Harga Telur di Palopo Tembus Rp 65.000

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.