Sambut Harkannas 2022, Pemda Parigi Moutong Matangkan Kesiapan

waktu baca 2 menit
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Parigi Moutong, Moh Nasir

Berita Parigi Moutong, gemasulawesi – Sambut hari Ikan Nasional (Harkannas) 2022, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, matangkan kesiapan penyelenggaraan acara yang di jadwalkan pada bulan November mendatang.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Parigi Moutong, Moh Nasir saat di hubungi, Kamis 15 September 2022.

“Sesuai perintah Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menetapkan Sulawesi Tengah dan Kabupaten Parigi Moutong sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan sambut Harkannas 2022,” ucap Moh Nasir.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah masih mengembangkan koordinasi dengan Pemerintah Sulawesi Tengah dan KKP untuk memperjelas bagian mana yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah (Pemda) dan pusat.

Oleh karena itu pembahasan berlanjut pada pematangan acara yang dalam pelaksanaannya akan mencakup rangkaian kegiatan yang akan meliputi lomba masak nasional seperti acara ini, kemudian lokakarya perikanan, pameran hasil perikanan, serta rangkaian acara seremonial lainnya

“Acara ini akan berlangsung pada 19-21 November dengan menghadirkan tamu dari 34 provinsi tanah air. Sebagai tuan rumah, tentu kami mengemas kegiatan ini dengan sebaik mungkin untuk mengesankan para tamu,” kata Nasir.

Ia mengatakan, kelompok yang didukung DKP Parigi Moutong ini juga akan memamerkan berbagai produk olahan ikan, termasuk bandeng krispi yang bahan bakunya bahkan berasal dari petani tambak setempat.

Termasuk juga Dinas Koperasi dan UKM setempat berpartisipasi sebagai bentuk dukungan karena kelompok perusahaan yang didukung oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini memiliki banyak produk olahan perikanan.

“Pasar rakyat melakukan kegiatan penunjang lainnya untuk meningkatkan siklus ekonomi masyarakat dengan menyebut momen Harkannas,” kata Nasir.

Ia menambahkan, potensi kelautan dan perikanan Parigi Moutong cukup besar karena memiliki garis pantai sepanjang 472 kilometer yang berbatasan dengan Provinsi Gorontalo di utara dan Kabupaten Poso di selatan.

Baca: Pernyataan Polri, Terkait Pemuda di Madiun Diduga Hacker Bjorka

Menurut DKP, sektor perikanan tangkap dan budidaya cukup berimbang, dengan kabupaten ini mengusung luas tambak udang vaname dengan pola tradisional sekitar 7.189 hektar, potensi lahan seluas 10.816 hektar dan rata-rata produksi tahunan 4 ribu ton.

Jadi sektor perikanan tangkap memiliki sekitar 9.000 nelayan. Selain itu, masyarakat pesisir juga menanam rumput laut yang mampu menghasilkan sekitar 13.000 ton tisu basah dari dua jenis rumput laut, yaitu Eucheuma Cottonii dan Eucheuma Spinosum.

“Kegiatan perikanan ikan warga cukup komprehensif, ada yang menggunakan perikanan air tawar dan air asin. Sektor-sektor ini memberikan kontribusi positif bagi daerah,” pungkas Nasir. (*/Ikh)

Baca: Polemik Ormas Batalyon 120, Mabes Polri Utus Itsus Untuk Selidiki

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.