Palasa Kembali Diguncang Gempa dengan Magnitudo 4,4

<p>Foto: Rilis Update Gempa Palasa Parigi Moutong, 28 November 2020.</p>
Foto: Rilis Update Gempa Palasa Parigi Moutong, 28 November 2020.

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Hari ini, Kecamatan Palasa Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah kembali diguncang gempa dengan magnitudo 4,4.

Info BMKG Stasiun Geofisika Palu pada hari ini 28 November 2020 pukul 22.14 Wita, gempa tepatnya berlokasi di darat 15 Km arah barat laut Palasa Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah.

Episenter gempa bumi tektonik terletak pada koordinat 0,60 Lintang Utara dan 120,36 Bujur Timur, pada kedalaman 6 Km.

BMKG menyarankan untuk tetap waspada terhadap setiap kemungkinan yang akan terjadi.

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 4,8 Guncang Banggai Sulteng

Berdasarkan laporan warga, di Palasa skala III MMI.

Hingga saat ini, BMKG belum merilis dampak dari gempa itu.

Selanjutnya, BMKG menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa.

Baca juga: Tertimpa Pohon Tumbang, Dua Warga Palasa Parigi Moutong Meninggal

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

Apa Itu Skala MMI Gempa

Warga juga perlu mengetahui apa itu skala MMI gempa. Berikut informasi yang dapat dipelajari:

I skala MMI berarti getaran gempa bumi tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 3,6 Guncang Kota Palu

II MMI, getaran atau goncangan gempa bumi dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

III MMI, getaran gempa bumi tektonik dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

IV MMI, pada saat siang hari, gempa bumi dapat dirasakan orang banyak di dalam rumah, beberapa orang di luar rumah, gerabah pecah, jendela atau pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

V MMI, getaran gempa bumi dapat dirasakan hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang dan bandul lonceng dapat berhenti.

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,0 Getarkan Sigi Sulteng

VI MMI, getaran gempa bumi dirasakan semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak ringan.

VII MMI, semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan orang yang sedang naik kendaraan.

VIII MMI, kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

Baca juga: Gempa 5,0 SR Buol, Dirasakan III MMI di Parimo

X MMI, disebabkan gempa kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI, karena gempa bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI, akibat gempa bangunan-bangunan sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah, pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah dan rel sangat melengkung.

XII MMI, hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Baca juga: Gempa 5,4 SR Guncang Mamuju Tengah, Terasa Hingga Majene

Laporan: Muhammad Rafii

...

Artikel Terkait

wave

Musyawarah Cabang IBI Kota Palu Ke-V Resmi Dibuka

Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Palu Gelar Muscab Ke-7. Keberadaan organinisasi tersebut diharapkan bisa meningkatkan kompetensi bidan.

Pemukiman di Kawasan Rawan Bencana Harus Tingkatkan Kewaspadaan

Pemukiman Dalam Kawasan Rawan Bencana di Provinsi Sulawesi tengah harus selalu waspada dan siap siaga. program pengurangan bencana Sulteng.

Pilkada Serentak Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Dalam Rakor Anev Mahfud MD Menyimpulkan Pelaksanaan Pilkada Serentak wajib memperhatikan protokol kesehatan. Penegakan hukum harus dilakukan.

Pemkot Palu Kunjungi BNPB Pusat Bahas Penyaluran Dana Stimulan Tahap II

BNPB Pusat akan segera proses penyaluran dana stimulan tahap II untuk 18.294 rumah rusak akibat bencana gempa dan tsunami tahun 2018 di palu.

Lagi, 55 Orang Terkonfirmasi Positif Covid 19 Hari ini di Sulteng

55 orang di Provinsi Sulteng kembali dinyatakan terkonfirmasi positif covid 19. Dengan ketambahan tersebut total pasien covid 19 menjadi 1687

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;