Palu Masuk Dalam Nominasi Pemantauan Adipura 2022

waktu baca 2 menit
Petugas kebersihan di Palu Foto/Istimewa

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Palu masuk sebagai salah satu nominasi dalam pemantauan Adipura 2022, bersama dua kabupaten lainnya di Provinsi Sulawesi Tengah.

Palu Adipura merupakan salah satu dari 53 program kerja Pemerintah Kota Palu yang dipimpin oleh Walikota, H. Hadianto Rasyid, bersama Wakil Walikota, Reny A. Lamadjido.

Kerja keras mendekatkan Kota Palu dengan Adipura tampaknya terbayar dengan masuknya Kota Palu sebagai salah satu nominasi pemantauan untuk membawakan Adipura 2022 bersama dua kabupaten lainnya di Provinsi Sulawesi Tengah.

Wilayah yang akan dipantau untuk pencalonan Adipura 2022 adalah wilayah yang aktif melapor ke Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) dan capaian pengelolaan (pengurangan dan pengelolaan sampah) lebig dari 50 persen penginputan per 31 Juli 2022.

Menurut data SIPSN, persentase sampah yang dibuang di Kota Palu pada tahun 2020 adalah 89,27 persen. Pada tahun 2021, porsi pengelolaan sampah akan meningkat sebesar 3,54 persen menjadi 92,81 persen.

“Terima kasih atas kerjasama dan dukungan dari masyarakat kota Palu. Perjalanan masih panjang, pencalonan ini kami jadikan sebagai motivasi untuk bekerja lebih baik lagi dan kami percaya akan hal itu agar kita berani mewujudkan mimpi bersama ini untuk kota Palu,” kata Wali Kota Hadianto, Minggu, 27 Agustus 2022.

Adipura merupakan instrumen untuk memantau kinerja pemerintah kabupaten/kota dalam melaksanakan pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijau untuk mencapai kualitas lingkungan yang bersih, teduh, dan berkelanjutan. Hal ini ditetapkan melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 76 Tahun 2019.

Kota Palu sendiri memiliki Jakstrada atau arah kebijakan dan strategi untuk mengurangi dan mengelola sampah jenis rumah tangga dan rumah tangga dalam lingkungan perkotaan yang terpadu dan berkelanjutan.

Indikator pencapaian pengurangan sampah adalah pengurangan jumlah sampah yang disimpan per kapita, peningkatan daur ulang sampah di sumber sampah, dan peningkatan penggunaan kembali sampah di sumber sampah.

Sedangkan indikator pencapaian pengelolaan sampah adalah meningkatkan pemilahan sampah, mengurangi jumlah sampah yang diangkut ke tempat pengolahan akhir, meningkatkan jumlah sampah yang diangkut ke pabrik pengolahan sampah, dan meningkatkan jumlah sampah yang diproses.

Baca: Akibat Menunggak, Los Pedagang di Terminal Manonda Dibongkar

Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) di Kota Palu menghasilkan peningkatan sampah yang dikelola dibandingkan tahun lalu.

Walikota Hadianto dan Wakil Walikota Reny diketahui telah menerapkan berbagai kebijakan pengurangan dan pengelolaan sampah.

Termasuk pembentukan Satgas Desa Adipura, revitalisasi TPS3R, revitalisasi transportasi sampah rumah tangga, kerjasama dengan masyarakat lingkungan dan perbaikan taman. (*/Ikh)

Baca: PKS Beri Sinyal Anies Calon Utama Diusung di Pilpres 2024

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.