Pemkot Palu Perkuat Mitigasi Melalui Desa Tangguh Bencana

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Simulasi warga penanganan bencana gempa (Ilustrasi Gambar)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, terus berupaya melakukan sejumlah upaya mitigasi dengan perkuat peningkatan desa tangguh bencana.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu Presly Tampubolon di hubungi di Palu, Kamis 22 September 2022.

“Tren Indeks Risiko Bencana Kota Palu tahun 2020 adalah 154 menurut penilaian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).”

Ia menjelaskan, skor 154 masih dalam kategori potensi risiko bencana tinggi, sehingga pemerintah daerah telah melakukan beberapa upaya untuk mengurangi risiko ini, termasuk membentuk organisasi atau forum pengurangan risiko bencana untuk kelompok masyarakat dan pemangku kepentingan.

Selain itu, kata dia, pihaknya akan menyusun regulasi atau kebijakan kebencanaan, memantapkan kesiapan sumber daya manusia (SDM), dan membangun daerah atau kota yang tahan bencana.

“Pada tahun 2015, skor Indeks Risiko Bencana Kota Palu berada di atas 160, namun dengan berbagai intervensi dari 2017 hingga sekarang, angka tersebut perlahan menurun, meski grafiknya masih merah atau berisiko tinggi,” kata Presley.

Ia menjelaskan, acuan indeks penurunan risiko bencana mengacu pada 71 indikator ketahanan wilayah yang bertujuan untuk perkuat peningkatan ketahanan desa tangguh bencana.

Menurut analisis BNPB, Presly mengatakan ada enam potensi bencana alam besar di ibu kota Sulawesi Tengah yang berisiko tinggi, yaitu gempa bumi, tsunami, banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan abrasi pantai.

“Namun yang paling menonjol adalah gempa bumi, tsunami, dan banjir yang terjadi pada 28 September 2018,” katanya.

Menurut dia, ketangguhan wilayah terhadap ancaman bencana alam ditunjukkan dalam kesiapan pemerintah daerah.

“Oleh karena itu, pemerintah tidak cukup hanya menangani bencana, tetapi juga memahami secara mandiri ruang lingkup pengetahuan mitigasi, dengan dukungan para pihak, termasuk masyarakat,” kata Presly.

Baca: Percepatan Pembangunan Asrama Parigi Moutong di Palu

Ia menambahkan, Pemkot Palu juga meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk penyusunan dokumen rencana kontigensi gempa dan tsunami, dan penyusunan dokumen rencana penanggulangan bencana (RPB), didukung oleh kebijakan prioritas bencana.

Ia menjelaskan rekomendasi penguatan sebagai bagian dari upaya prioritas, yaitu penguatan kebijakan dan kelembagaan, kemudian pengkajian risiko dan perencanaan terpadu, pengembangan sistem informasi melalui pendidikan, pelatihan dan logistik.

“Termasuk juga penanganan tematik kawasan rawan bencana, peningkatan efektivitas pencegahan dan mitigasi, peningkatan kapasitas dan penguatan darurat bencana, serta pengembangan sistem pemulihan bencana. Semua ini harus diselesaikan untuk menghasilkan kesiasiagaan daerah,” pungkas Presly. (*/Ikh)

Baca: Makassar Buka Investor Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.