Peran Bidan Dalam Penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak

waktu baca 2 menit
Peran Bidan Dalam Penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak (Ilustrasi Gambar)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Peran bidan berperan penting dalam penurunan angka kematian ibu dan anak sebut Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah, sebagai bagian dari optimalisasi pelayanan Kesehatan bagi masyarakat.

Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Palu, Reny A Lamadjido, yang turut serta peluncuran kendaraan operasional Ikatan Bidan Indonesia di Kota Palu, Minggu 18 September 2022.

“Jelas bidan menjadi garda terdepan dalam melahirkan ibu hamil, berbekal ilmu yang didapat melalui pelatihan bagaimana membantu pasien dalam persalinan, tugasnya cukup berat,” ucap Wakil Wali Kota Palu Reny A Lamadjido. Turut serta dalam peluncuran kendaraan operasional Ikatan Bidan Indonesia di kota Palu pada hari Minggu.

Ia mengatakan bidan berpengalaman dalam menangani pasien atau ibu hamil selama persalinan karena bila tidak dditangani dengan cepat dan benar persalinan bisa berakibat fatal.

Secara medis, penanganan persalinan oleh bidan harus dilakukan dengan hati-hati dan tindakan yang tepat, karena proses persalinan tidak menghindari risiko kematian.

“Bidan sebagai bagian dari tenaga medis harus mampu membina hubungan kerja yang baik dengan tenaga kesehatan lainnya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” kata Reny yang juga mantan Direktur RSU Undata Palu.

Upaya penurunan angka kematian ibu dan anak dimulai pada masa pranikah, melalui pendidikan, hingga masa nifas, karena terdapat faktor penyebab kematian ibu dan persalinan, salah satunya adalah perdarahan pasca persalinan.

Kesempatan ini beliau juga mengucapkan terima kasih kepada bidan yang telah membantu Pemerintah Kota Palu dalam penghapusan AKI dan AKB.

Menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, dari Januari hingga Agustus 2022 tidak ada kasus kematian ibu saat melahirkan, setelah itu tercatat delapan kasus kematian bayi, salah satunya bayi.

Dibandingkan dengan tahun 2021, tercatat tujuh kasus kematian ibu dan sepuluh kasus kematian bayi.

Baca: Kembangkan Sektor Transportasi Pemprov Sulteng Gandeng Kadin

Reny mengatakan, pihaknya berharap kasus ini tidak bertambah, Pemkot Palu terus berupaya meminimalisir risiko ini dengan berbagai program.

Ia menambahkan bahwa program yang ada saat ini meliputi layanan pra-kehamilan yang dipercepat untuk pasangan pengantin baru, pengiriman produk darah dan nutrisi tambahan untuk ibu hamil, dan pemeriksaan di posyandu.

“Program pelayanan kesehatan sebelum hamil ini melibatkan kerjasama lintas sektoral di lingkungan Kota Palu dan instansi vertikal,” pungkas Reny. (*/Ikh)

Baca: Pemkot Makassar Bakal Siapkan Panggung Ekspresi Anak Lorong

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.