Petani Kesulitan Dapatkan Benih Padi Pasca Banjir di Desa Torue

waktu baca 2 menit
Foto/Istimewa

Berita Parigi Moutong, gemasulawesi – Petani di dua Kecamatan Desa Torue dan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, kesulitan dapatkan benih padi pasca banjir bandang di Desa Torue.

Tercatat seluas 2.786 hektare terdampak banjir, tersebar di 2.200 hektare di Kabupaten Torue dan 586 hektare di Kabupaten Balinggi.

Anggota DPRD Parigi Moutong, I Ketut Mardika, mengatakan, para petani mengalami kerugian materi pasca banjir dan juga kesulitan untuk dapatkan benih padi. Rata-rata, para petani baru 10 hari melakukan penanaman benih padi di lahan persawahan.

“Seluruh sawah warga tertutup lumpur dan tidak bisa diolah lagi sehingga merugikan petani,” ucapnya saat ditemui, Senin 8 Agustus 2022.

Ia mengatakan petani sekarang mulai bekerja di ladang yang tertutup lumpur dan puing-puing kayu setelah perbaikan jalur irigasi.

Baca: Polri Bakal Umumkan Tersangka Baru Penembakan Brigadir J

Ia mengaku, petani membutuhkan benih padi. Bahkan, mereka berani meminjam benih dari petani yang memiliki persediaan lebih untuk menanami kembali sawah.

Ketut Mardika menjelaskan, saat ini dia komunikasikan dengan DTPHP Provinsi terkait benih, mereka mengarah ke dinas Kabupaten untuk kesedian benih.

Dia menambahkan, pasca banjir, beberapa eksavator pemerintah memperbaiki saluran air yang mengarah pada perbaikan persawahan dan diperkirakan akan selesai dalam beberapa hari ke depan.

“Mudah-mudahan ke depan sawah warga tidak tergenang dan balai terus memperbaiki saluran air di dua kecamatan tersebut,” tutupnya. (*/Ikh)

Baca: Dugaan Penyalahgunaan Dana PT BPST Dilaporkan ke Polisi

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.