Polisi di Sulawesi Selatan Tarik Baju dan Todongkan Pistol ke Santri

<p>Ket. Foto: (instagram/@memomedsos)</p>
Ket. Foto: (instagram/@memomedsos)

Sulawesi Selatan, Gemasulawesi – Seorang pria diduga Polisi tarik baju dan todongkan pistol (senjata api) kesejumlah santri Pondok Pesantren Imam Az – Zuhri, Gowa, Sulawesi Selatan. Peristiwa ini terjadi Rabu 23 November 2022 kemarin.

Kejadian ini terungkap setelah beredar sebuah rekaman CCTV milik Pondok Pesantren Imam Az – Zuhri meperlihatkan peristiwa tersebut.

Kemudian rekaman CCTV itu diunggah oleh akun Instagram @lambeturahmakassar dan menjadi viral. Dalam potongan rekaman CCTV yang beredar terlihat seorang pria marah – marah ke semjulah santri.

Tak hanya marah – marah pria itu juga menarik kerah baju santri dan menodongkan pistol. Kepala Pondok Pesantren Ustadz Zuhri menceritakan, bahwa pada awalnya pria berpangkat briptu itu marah – marah sambil menggedor pintu.

Baca: Provinsi Sulawesi Selatan Tetapkan UMP Naik 6,9 Persen

“Lalu santri berbondong – bong keluar, tak hanya menarik dan mendorong santri, pria tersebut juga menodongkan pistol ke salah seorang santri,” terangnya.

Melanjutkan, peristiwa itu disebabkan kesalah pahaman. Pria tersebut mengira bahwa pelaku yang melempari rumahnya adalah santri dari Pondok Pesantren Imam Az – Zuhri.

Namun setelah pengecekan CCTV yang terlihat melempari batu ke rumah pria merupakan anggota kepolisian di Polrestabes Makassar, adalah anak – anak yang lewat.

“Pelaku pelemparan ternyata bukan santri kami. Ternya anak – anak yang lewat,” tuturnya.

Vidio yang diposting pada Senin 28 November 2022 oleh akun Instagram @lambeturahmakassar ini mendapatkan like sebanyak 654, serta 97 komentar dari netizen.

Baca: Hati – Hati Untuk Masyarakat Pesisir di Kepulauan Selayar Diperkirakan Ada Angin Kencang

Banyak netizen menyangkan tingkah laku polisi yang ada dalam vidio itu. Menurut netizen tidak seharusnya polisi bertingkah arogan terlibih lagi terhadap anak – anak.

Seperti yang dituliskan akun @khalifah_678 menyebutkan jika polisi tersebut terlalu arogan.

“Masihkah berani jika dia sdh tdk menyandang stts “POLISI” ?? Tolong kepada Pimpinan Oknum tersebut agar dibina sebaik mgkin jgn biarkan tumbuh subur mental anggota Polri yg Cemen seperti itu,” ungkapnya.

Ada juga netizen yang meminta pria diduga oknum polisi itu, agar dites kejiwaannya. Hal ini disampaikan akun @padasaro_thrift. (*/NRU)

Editor: Gracesilia Shea Arsiane

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Provinsi Sulawesi Selatan Tetapkan UMP Naik 6,9 Persen

Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2023 naik menjadi 6,9 persen

Hati &#8211; Hati Untuk Masyarakat Pesisir di Kepulauan Selayar Diperkirakan Ada Angin Kencang

BMKG Sulsel menghimbau terhadap masyarakat di Pesisir Kepulauan Selayar agar berhati - hati. Kepulauan Selayar diperkirakan ada angin kencang

Seorang Suami di Sulawesi Utara, Gerebek Istrinya yang Menginap di Rumah Pria Lain

Viral seorang suami melakukan pengerebekan terhadap istrinya yang diduga berselingkuh. Suami Gerebek Istri ini terjadi di Minahasa

Sekelompok Pemuda di Makassar Serang Pengendara Menggunakan Busur

Sekelompok Pemuda di Makassar serang pengendara menggunakan busur. Ini terjadi di Jl Abdulah Desirua, Panakukang, Makassar, Sulawesi Selatan

Dinsos Sulteng Galang Donasi Bantuan Korban Gempa Cianjur

Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), galang donasi bantuan bagi korban bencana gempa Cianjur, dan sekitarnya

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;