Polisi Ungkap Fakta, Siswa MTs Kotamobagu Yang Dibully Hingga Tewas

<p>Ket Foto: Ilustrasi Pengeroyokan </p>
Ket Foto: Ilustrasi Pengeroyokan

Berita Hukum, gemasulawesi – Polisi ungkap fakta terkait hasil investigasi viralnya siswa MTs (Madrasah Tsanawiyah) di Kotamobagu, Sulawesi Utara, yang disebut-sebut tewas dibully dan dikeroyok di sekolah. Terkait hal itu, polisi menyebut siswa tersebut bukan korban bullying, melainkan pelaku bully yang dikeroyok.

Kombes Jules Abraham Abas, Kabid Humas Polda Sulawesi Utara, mengatakan pihaknya telah mengusut kasus tersebut siswa MTs Kotamobagu yang tewas dan ternyata BT bukan korban dari bullying.

“Polres Kotamobagu telah menyelidiki dan itu bukan korban bullying, tapi justru korbanlah yang membullying hingga dikeroyok,” ucap Kombes Jules Abraham Abast saat dikonfirmasi, pada hari Selasa 14 Juni 2022.

Ia mengatakan, korban BT tewas setelah dianiaya sejumlah siswa lainnya di sekolah. Alasan penganiayaan terhadap BT adalah karena diduga melakukan penganiayaan terhadap salah satu pelaku penganiayaan.

Baca: Begal Dada Mahasiswi di Manado, Pelaku Diduga Anggota Brimob

Dia mengatakan, anggota Polres Kotamobagu menduga telah terjadi kasus penganiayaan terhadap salah satu siswa di sekolah tersebut, yang dilakukan oleh beberapa teman pelaku dari siswa tersebut.

Jules mengatakan korban BT meninggal karena dianiaya oleh siswa lain di sekolah, alasan BT dianiaya diduga telah melakukan bullying kepada salah satu pelaku penganiayaan.

“Dari informasi yang didapatkan, sebelum korban meninggal, ia menceritakan kejadian tersebut kepada keluarganya kalau dia mengalami penganiayaan yang diduga dilakukan oleh beberapa teman pelaku, keduanya masih di bawah umur yang diduga, sehingga orang tuanya menduga anaknya ini dibullying dan dianiaya, tapi setelah dilakukan penyelidikan, korban tidak dibullying, tapi dianiaya sampai meninggal,” ucapnya.

Sebelumnya, unggahan media sosial yang viral mengungkap bahwa seorang siswa Kotamobagu berinisial BT (13) tewas setelah dibully dan dianiaya oleh sembilan siswi dari sekolahnya.

Unggahan viral itu kemudian menjadi sorotan hingga menjadi perbincangan terkait peran pendidikan karena pelakunya merupakan anak-anak atau alias dibawah umur.

“Tidak ada gunanya menjadi pintar kalau tidak punya akhlak,” tulis dalam unggahan viral.

Korban dilaporkan dianiaya saat hendak pergi ke masjid sekolah untuk sholat Dzuhur, ketika seorang teman tiba-tiba menutupi wajah korban dengan sajadah, disana korban dikatakan mengalami kekerasan dan gemetar karena sakit dibagian perutnya.

Saat pulang dari sekolah, korban yang mengeluh kesakitan langsung menceritakan kepada orang tuanya apa yang terjadi di sekolah.

Meski telah dilakukan tindakan medis, nyawa korban tak terselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia pada hari Minggu 12 Juni 2022. (*)

Baca: Diduga Terlibat Pemukulan, Aktor Laga Iko Uwais Dipolisikan

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Diduga Terlibat Pemukulan, Aktor Laga Iko Uwais Dipolisikan

Diduga terlibat pemukulan, aktor laga Iko Uwais dipolisikan ke Polres Bekasi terhadap seseorang berinisial

Ini Profil Eks Napi Korupsi AKBP Brotoseno Yang Masih Bertugas di Polri

Inilah profil Eks napi kasus korupsi yang tidak asing lagi, Komisaris Polisi (AKBP) Brotoseno, yang namanya muncul setelah masih disebut-

Operasi Patuh Jaya Resmi Digelar Hari Ini Hingga 14 Hari Kedepan

Operasi Patuh Jaya secara resmi dilakukan hari ini oleh Korps Polisi Lalu Lintas (Korlantas) selama 14 hari ke depan, mulai Senin 13 Juni

Oknum Polisi Aniaya ART di Bengkulu Ditetapkan Sebagai Tersangka

Oknum Polisi Inisial BA yang menganiaya Asisten Rumah Tangga (ART) nya di Bengkulu berinisial YA, kini telah ditetapkan

Pasok Sabu Pada Dua Hakim Rangkasbitung, Brigadir WW Jadi Tersangka

Oknum Polisi Pasok sabu pada dua hakim PN Rangkasbitung, penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menetapkan Brigadir WW

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;