Presiden Jokowi Minta Vaksinasi Covid-19 Digencarkan Lagi

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Foto ilustrasi/Pixabay

Berita Nasional, gemasulawesi – (Jokowi) meminta agar pemerintah menggencarkan kembali Covid-19.

Upaya pemerintah ini dimaksudkan untuk mendorong lebih banyak orang untuk mendapatkan , baik dosis penuh maupun booster.

“Jadi kita perlu menghidupkan kembali semangat agar masyarakat mau divaksinasi, baik booster maupun dosis penuh,” kata Jokowi saat jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, dikutip Sabtu, 31 Desember 2022.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk segera menerima penguat Covid-19.

Baca: Selama Tahun 2022, Indonesia Kembangkan Tiga Vaksin Covid-19

Stok vaksin saat ini, katanya, masih mencukupi, hampir 10 juta dosis.

“Jadi, tolong dibantu, terutama orang tua yang belum divaksinasi dan mendapatkan booster agar cepat di booster,” ucap Budi.

Dia mengatakan bahwa lebih dari 50 persen pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dan juga meninggal diketahui tidak menerima vaksin, dan lebih dari 70 persen pasien belum menerima suntikan penguat.

Baca: Hiposmia Gejala Baru Covid-19

“Jadi sebenarnya stoknya ada, tinggal memastikan bahwa teman-teman dari media juga bisa membantu, terutama orang tua, tolong yakinkan mereka, apalagi mereka yang belum di-booster atau belum divaksinasi,” ucapnya.

Budi menyebut pemerintah masih memiliki stok vaksin booster dari luar negeri berupa hibah empat juta dosis.

Selain itu, atas perintah Presiden, pemerintah juga telah membeli vaksin produksi nasional, yakni 5 hingga 10 juta dosis.

Baca: 67,52 Juta Orang Indonesia Terima Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga

Meskipun demikian, ia mengakui kapasitas injeksi saat ini turun dari dua juta vaksin per hari menjadi sekitar 100.000 hingga 150.000 per hari. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.