Pria Asal Sulsel Diduga Lecehkan Wanita Saat Umroh Divonis 2 Tahun Penjara

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Ilustrasi Pelecehan Seksual

, gemasulawesi – Seorang pria asal Kabupaten Pangkep, divonis 2 tahun penjara oleh pemerintah Saudi. Diduga pria tersebut lecehkan wanita saat umroh.

Kejadian ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel Ikbal Ismail beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, ada seorang jamaah umroh asal Kabupaten Pangkep bernama ditahan di Madinah, sebab diduga lecehkan wanita saat umroh.

“Mendaftar melalui PT Madinah Bulaeng di Maros, jamaah yang berasal dari Pangkep,” katanya.

Baca: Penderita Kanker Kulit di Sulawesi Selatan Menempati Posisi Tiga Secara Nasional

Ismail menjelaskan, kronologi terkait kaejadian yang dialami . Ia pun menceritakan, ini berangkat ke Tanah Suci pada tanggal 3 November 2022 lalu.

Ketika hendak melakukan tawaf di Masjidil Haram. Dia diduga melecehkan jamaah wanita asal Lebanon yang juga sedang melaksanakan ibadah.

Saat itu dari belakan merapat ke seorang wanita. Kemudian memegang payudara jemaah wanita tersebut.

Baca: Ratusan Rumah di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan Terancam Rusak Karena Abrasi

Peristiwa itu disaksikan langsung oleh 2 orang petugas askar. pun kemudian dibawa petugas askar itu dan ditahan polisi di Masjidil Haram.

“Menurut laporan yang saya terima setelah melalui hasil BAP oleh kepolisian Saudi, ini mengakui perbuatannya,” terang Ismail.

Terkait hukum yang dijalani saat, sulit baginya untuk lepas. Sebab bersangkutan telah mengakui perbuatannya.

Baca: Sempat Kisruh, Ini Dia Sosok PJ Sekda Sulawesi Selatan yang Baru Dilantik

Namun demikian, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Saudi mencoba melakukan upaya terbaik bagi .

“Kasus ini telah ditangani oleh KBRI di Saudi, agar mendapat pendampingan, tapi mungkin untuk lepas agak sulit, sebab yang bersangkut sudah mengakui perbuatannya, namun kita coba agar mendapat keringanan,” tuturnya.

Sementara Konjen RI di Jeddah, Saudi Eko Hartono menerangkan, kejadian pelecehan yang diduga dilakukan oleh terjadi pada 14 November.

Baca: Pemerintah Sulawesi Selatan Tangani Puluhan Kilometer Jalan Lalu Lintas Harian Rata-Rata

Sedangkan sidang terhadap dilakukan di tanggal 22 Desember 2023. Dan dituntut dengan vonis 2 tahun penjara pada 2 Januari 2023.

“Saat itu, pihak KJRI mengunjungi pelaku yang sudah mendekam di balik jeruji besi,” terangnya.(*/NRL)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.