Program Kampus Mengajar Diharapkan Bisa Bantu Siswa Pedalaman

<p>Foto: Kemendikbudristek</p>
Foto: Kemendikbudristek

Gemasulawesi- Mendikbudristek Nadiem Makarim berharap, para peserta lolos seleksi program kampus mengajar bisa membantu siswa, di daerah tertinggal mengejar ketertinggalan.

“Banyak siswa di daerah tertinggal terganggu proses belajar selama pandemi Covid19 terjadi,” ungkap Nadiem, dalam pembekalan peserta secara daring, Jumat 30 Juli 2021.

Banyak tantangan dihadapi selama masa pandemi terjadi, terutama di daerah tertinggal, mengalami kesulitan untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Baca juga: Parimo Siapkan Panitia Penerimaan Calon Taruna Politeknik

Sehingga, program kampus mengajar menjadi kesempatan terbaik untuk mengejar ketertinggalan mereka.

“Ini kesempatan luar biasa untuk membantu anak-anak dalam sekolah, yang adek-adek bakal melakukan, projek ini,” kata dia.

Nadiem berharap, 22 ribu mahasiswa dapat mengikuti pembekalan dengan serius. Dia ingin waktu delapan hari pembekalan peserta, dapat dimanfaatkan untuk belajar meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi.

Puluhan ribu mahasiswa bakal ikuti program

Baca juga: Kunjungi Sulteng, Mendikbud Sebut Utamakan Pemulihan Pendidikan

Sebanyak 22 ribu mahasiswa dari 371 perguruan tinggi tercatat bakal mengikuti program kampus mengajar di bawah Kemendikbudristek.

Sekretaris Dirjen Dikti Paristyanti Nurwandani mengatakan, 22 ribu mahasiswa itu akan menjalani pengabdian mengajar selama kurang lebih lima bulan mulai 2 Agustus sampai 12 Desember mendatang.

“Yang 22 ribu orang ini adalah lulus seleksi dan mendapatkan pengumuman sehingga 22 ribu orang mahasiswa terpilih dari 371 perguruan tinggi,” kata Paris dalam kesempatan yang sama.

Para peserta nantinya akan menjalani program program kampus mengajar, total di 3.593 sekolah jenjang SD dan SMP. Sekolah-sekolah itu tersebar di 491 kabupaten kota di seluruh Indonesia.

Sebelum diterjunkan ke lapangan, para peserta akan terlebih dahulu mengikuti pembekalan selama delapan hari dan dibina pada ahli.

Baca juga: Kerjasama Kementrian Kelautan, Parimo Bangun Politeknik

“Kami juga ingin memastikan bahwa duta kampus merdeka benar-benar siap, dan bertugas di 491 kabupaten kota,” katanya.

Sejak dibuka pada 13 Juni lalu, sebanyak 36 ribu mahasiswa mendaftar mengikuti program program kampus mengajar di bawah Kemendikbudristek.

Dari jumlah itu, sebanyak 22 ribu di antaranya dinyatakan lulus setelah memenuhi persyaratan dan lulus seleksi program kampus mengajar, dengan syarat IPK, pengalaman organisasi, hingga rekomendasi kampus. (***)

Baca juga: Parimo Siapkan Panitia Penerimaan Calon Taruna Politeknik

...

Artikel Terkait

wave

IDI Sebut CDC Rekomendasikan Vaksinasi untuk Ibu Hamil

Perwakilan Ikatan Dokter Indonesia mengatakan Centers for Disease Control and Prevention atau CDC rekomendasikan vaksinasi untuk ibu hamil.

Kapal Ikan Asing Asal Malaysia Berhasil Ditangkap

Kementerian Kelautan dan Perikanan berhasil menangkap satu Kapal Ikan Asing asal Malaysia. Meskipun sempat berupaya menghilangkan jejak.

Kemenag Harap Jamaah Umrah Indonesia dapat Kesempatan Ibadah

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, Khoirizi menyampaikan agar Jamaah Umrah Indonesia mendapatkan kesempatan ibadah.

Terjun ke Laut, Penumpang Kapal Feri Hilang di Selat Bali

Tim gabungan penyelamatan di perairan Selat Bali terus melakukan pencarian terhadap seorang penumpang kapal feri dilaporkan terjun ke laut

Indonesia Belum Mampu Optimalkan Potensi Industri Produk Halal

Wakil Presiden Indonesia, Ma’ruf Amin menilai Indonesia belum mampu mengoptimalkan potensi industri produk halal dalam negeri.

Berita Terkini

wave

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal


See All
; ;