PSG SMK Kesehatan Terpadu Katulistiwa Digelar di Sekolah

<p>Foto: PSG SMK Kesehatan Terpadu Katulistiwa Digelar di Sekolah</p>
Foto: PSG SMK Kesehatan Terpadu Katulistiwa Digelar di Sekolah

GemasulawesiSMK Kesehatan Terpadu Katulistiwa Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah menggelar kegiatan Pendidikan Sistem Ganda atau PSG peserta didik kelas XI dan XII di lingkungan Sekolah.

“Kegiatan ini tidak dilaksanakan diluar sekolah, karena adanya pandemi Covid19,” kata Kepala SMK Kesehatan Terpadu Katulistiwa, Hairudin Komi saat ditemui wartawan di Parigi, Selasa 7 September 2021. 

Dia mengatakan, kegiatan PSG ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, pihaknya berupaya sedemikian rupa demi keamanan dan kesehatan siswa. Khususnya pada jurusan keperawatan dan farmasi.

Baca juga: Verifikasi Validasi DTKS Parigi Moutong Dibawah 50 Persen

Terutama kata dia bagi jurusan keperawatan akan berisiko kontak langsung dengan pasien Covid-19 di rumah sakit.

Menurut dia, kegiatan PSG akan dimulai pada 1 Oktober dan berakhir 30 November 2021. Adapun jumlah peserta didik yang ikut dalam kegiatan ini sebanyak 94 orang, masing-masing kelas XI 40 orang dan kelas XII 54 orang.

“Jadi untuk biaya PSG dibebankan Rp300 ribu per orang bagi jurusan keperawatan dan farmasi. Kemudian jurusan perkantoran Rp250 ribu per orang selama dua bulan kegiatan.” jelasnya.

Tujuan dilaksanakanya PSG kata dua, untuk menciptakan kualitas para siswa. Idealnya, kegiatan PSG ini dilaksanakan di Laboratorium Rumah Sakit, Apotek, Puskesmas, dan Perkantoran.

Namun, pada masa pandemi Covid19, pihak rumah sakit, Puskesmas, Apotek dan perkantoran belum menerima peserta PSG. Maka pelaksanaan kegiatan itu harus dilaksanakan dilingkungan sekolah itu sendiri. 

Baca Juga: Tim Rescue Pos Sar Luwuk Lakukan Pencarian KM Tiga Putri 2 GT 67

Sebab di sekolah kata dia, pihaknya telah menyiapkan segala sesuatu yang menjadi kebutuhan praktek untuk para peserta didik.

“Praktek untuk kesehatan disiapkan di laboratorium keperawatan dan farmasi di sekolah. Begitupun jurusan perkantoran semua kebutuhan praktek sudah disiapkan. Makanya saya sampaikan sekolah yang paling lengkap peralatanya adalah SMK Kesehatan Katulistiwa,” ucapnya.

Dalam kegiatan praktek ini, pihaknya bekerjasama dengan pihak Rumah Sakit Parigi yakni, keperawatan dan kedokteran. Begitupun jurusan perkantoran juga bekerjasama dengan pihak dinas serta para guru komputer di sekolah. 

Kemudian, semua pembiayaan digunakan untuk pengadaan alat-alat praktek, misalnya pembelian obat, dan lainya sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

Dia mengaku, dalam kegiatan PSG pihaknya sedikit mengalami kendala, khususnya pada pengadaan alat-alat praktek untuk kesehatan, karena harga jualnya yang sangat mahal. Sehingga, membutuhkan biaya demi kelancaran kegiatan itu.

“Praktek PSG di SMK Kesehatan Terpadu Katulistiwa ini berlangsung setiap tahun. Kami sudah laksanakan kurang lebih enam tahun,” tutupnya.

Baca juga: Parimo Masih Mendata Anak Yatim Korban Covid19

Laporan: Novita Ramadhani

...

Artikel Terkait

wave

Disdikbud Parimo Tunggu Edaran Teknis PTM Terbatas

Disdikbud Parigi Moutong, meminta satuan pendidikan bersabar menunggu edaran teknis Pembelajaran Tata Muka atau PTM terbatas tahun 2021/2022.

Parimo Masih Mendata Anak Yatim Korban Covid19

Parigi Moutong, Sulawesi Tengah terus merampungkan data anak yatim dan piatu korban Pandemi Covid19, agar segera mendapatkan penanganan.

Tim Rescue Pos Sar Luwuk Lakukan Pencarian KM Tiga Putri 2 GT 67

Tim rescue melakukan pencarian KM Tiga Putri 2 GT 67 rute pelabuhan Bapenu (pulau Taliabu Maluku Utara) tujuan Pelabuhan Luwuk Banggai.

TNI-Polri Gelar Vaksinasi Merdeka di Parigi Moutong

TNI-Polri menggelar Vaksinasi Merdeka di Desa Tolai Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moputong (Parimo), Provinsi Sulawesi Tengah.

BTKLPP: Penting, Kajian Logam Berat di Lingkungan Pertambangan

BTKLPP Kelas I Makassar Kemenkes akan melakukan kajian kadar logam berat terhadap kesehatan lingkungan pertambangan di Parigi Moutong.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;