Puluhan Bintara di Jambi Diduga Dianiaya Senior

waktu baca 2 menit
Kapolda Jambi, Irjen Pol Rachmad Wibowo (Foto/Istimewa)

Berita Nasional, gemasulawesi – Puluhan bintara di Jambi diduga dianiaya bintara senior di Polres Muago, Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo sangat menyesali tindakan kekerasan tersebut.

Bahkan, Kapolda juga mengatakan bahwa anggota yang terlibat dalam tindakan kekerasan akan dikenakan sanksi disiplin dan etik, baik melalui PTDH, penurunan pangkat, atau penangguhan pangkat.

“Terkait kejadian ini, dapat dipastikan pelakunya akan ditindak tegas, baik pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH), penurunan pangkat atau penurunan pangkat,” ujarnya, Selasa 9 Agustus 2022.

Kapolda juga memerintahkan Karo HR Polda Jambi dan Kapolres Jambi untuk mengusut tuntas kejadian di Polsek Bunom dan berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.

Ia mengatakan, saya sangat menyayangkan perbuatan ini dan telah memerintahkan Karo SDM, Kabid Propam, untuk mengusut para pelakunya.

Baca: Supir Pamer Alat Kelamin ke Penumpang Wanita di Manado

Kombes Pol Mulia Prianto, Kabag Humas Polda Jambi, usai dikonfirmasi mengatakan, hingga saat ini sebanyak 22 bintara senior yang melakukan tindak kekerasan terhadap 20 bintara junior masih dalam pemeriksaan.

“Saat ini para pelaku yang melakukan tindak kekerasan terhadap bintara tersebut masih dalam pemeriksaan intensif oleh tim gabungan Propam Polda Jambi dan Seksi Propam Polres Bungo,” ucapnya.

Kapolsek Bungo AKBP Wahyu Bram Widarso juga telah mengambil sikap tegas terhadap sejumlah Bintara Polres Bungo yang melakukan tindakan berlebihan terhadap para Bintara remaja.

“Peristiwa kekerasan itu terjadi pada saat proses pelatihan dan pelantikan bintara junior, dan yang pasti bintara senior pastinya akan dikenakan sanksi,” ujarnya. (*/Ikh)

Baca: Kasus Pungli BPN Palu, Kejati Sudah Punya Calon Tersangka

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.