Sidang Perdana Korupsi Minyak Goreng Digelar, Mantan Dirjen Daglu Kemendag Siap Hadapi Sidang

waktu baca 2 menit
Sidang Perdana Korupsi Minyak Goreng Digelar, Mantan Dirjen Daglu Kemendag Siap Hadapi Sidang. Foto/dok.SINDO

Berita Hukum, Gemasulawesi – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta mengagendakan bahwa sidang perdana dugaan korupsi minyak goreng atau pemberian fasilitas izin ekspor crude palm oil (CPO) & turunannya tahun 2021-2022, Rabu (24/8/2022) hari ini. 5 terdakwa akan mendengarkan pembacaan surat dakwaan pada sidang terpisah (masing-masing).

Kelima terdakwa dugaan korupsi minyak goreng tadi yaitu Mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri (Daglu) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indrasari Wisnu Wardhana & Lin Che Wei (LCW) alias Weibinanto Halimdjati (WH); Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia Master Parulian Tumanggor; Senior Manager Corporate Affair PT Victorindo Alam Lestari Stanley MA; dan General Manager (GM) Affair PT Musim Mas Pierre Togar Sitanggang.

“Iya bener sekali sidang (hari ini). Dakwaannya masing-masing, lantaran nomor kasus pula masing-masing. Sidang pertama kan masih mendengarkan dakwaan menurut Penuntut Umum, & proses persidangan akan panjang,” kata Kresna Hutauruk, kuasa kukum Indrasari Wisnu Wardhana ketika dikonfirmasi.

Indrasari mengungkapkan siap menghadapi persidangan. Bahkan, kuasa hukumnya pun sudah menyiapkan pembelaan sudah dilengkapi dengan sejumlah barang bukti.

“Kami juga berharap supaya sidang berjalan dengan adil & benar sehingga nanti hasilnya adalah berdasarkan informasi terungkap dipersidangan tanpa terdapat dampak atau tekanan dari luar persidangan,” terangnya.

Baca juga: Jampidsus Kejaksaan Agung Tetapkan Satu Tersangka Baru Ekspor CPO

Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (SIPP PN Jakpus), ke 5 terdakwa sudah melakukan perbuatan melawan hukum yaitu memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi.

Para terdakwa diduga sudah memperkaya korporasi yakni perusahaan-perusahaan tergabung pada Grup Wilmar yaitu PT Wilmar Nabati Indonesia, PT Multimas Nabati Asahan, PT Sinar alam Permai, PT Multimas Nabati Sulawesi, PT Wilmar Bioenergi Indonesia sejumlah Rp1.693.219.882.064.

Kemudian, para terdakwa juga memperkaya perusahan-perusahaan tergabung pada Grup Musim Mas yaitu, PT Musim Mas, PT Musim Mas – Fuji, PT Intibenua Perkasatama, PT Agro Makmur Raya, PT Megasurya Mas, PT Wira Inno Mas, sejumlah Rp626.630.516.604. (*/GSA)

Ikuti Update Berita Terkini Gema Sulawesi di: Google News

Baca: Pulau Tegal Mas Lampung, Keindahannya Setara Maldives!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.