Siswa di Manado Tak Bisa Ikut Ujian Karena Menunggak Uang Bulanan

waktu baca 3 menit
Ket. Foto: Ilustrasi/Pexels

, Gemasulawesi – Pungutan liar () kembali terjadi di Institusi pendidikan. Parahnya seorang siswa, tidak perbolehkan mengikuti dikarenakan menunggak uang bulanan.

Peristiwa ini terjadi di salah satu sekolah di Kota , . Dari pantauan Gemasulawesi di akun Instagram @.Vibes, Kamis 1 Desember 2022.

Sekolah itu adalah SMA Negeri 4. Bahkan kabarnya, Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Noula Wuisan sampai mengusir seorang muridnya disebabkan menunggak uang bulanan.

Kejadian ini lantas menjadi buah bibir bagi masyarakat Kota . Padahal dalam aturannya, sekolah negeri dilarang meminta sumbangan apapun terhadap siswa.

Sementara itu, saat Kepala Sekolah SMA Negeri 4 ditanyai perihal penagihan uang bulanan seorang siswa yang menunggak sebesar Rp 300.000.

Baca: Polda Sulawesi Utara Gerebek Kantor Pinjol Ilegal

Noula Wuisan sendiri enggan memberikan komentar. Ia pun membantah, adanya pengusiran siswanya yang tak boleh mengikuti .

“Tidak ada siswa yang dikeluarkan dan semua ikut , ia punya saksi para guru dan sekuriti menguatkan pengakuannya.

Melanjutkan, terkait pengusiran seorang siswanya dan tak dapat mengikuti . Dirinya telah memberikan klarifikasi Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi .

“Mau apa lagi, Saya sudah klarifikasi ke Kabid SMA,” tuturnya.

Noula Wuisan mengatakan, jika tebukti bersalah dan terbukti ada pengusiran. Dirinya siap untuk diberhentikan dari jabatanya sebagai kepala sekolah.
Siswa di Tak Bisa Ikut Karena Menunggak Uang Bulanan

Pungutan liar () kembali terjadi di Institusi pendidikan. Parahnya seorang siswa, tidak perbolehkan mengikuti dikarenakan menunggak uang bulanan.

Baca: Seorang Suami di Sulawesi Utara, Gerebek Istrinya yang Menginap di Rumah Pria Lain

Peristiwa ini terjadi di salah satu sekolah di Kota , . Dari pantauan Gemasulawesi di akun Instagram @.Vibes.

Sekolah itu adalah SMA Negeri 4. Bahkan kabarnya, Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Noula Wuisan sampai mengusir seorang muridnya disebabkan menunggak uang bulanan.

Kejadian ini lantas menjadi buah bibir bagi masyarakat Kota . Padahal dalam aturannya, sekolah negeri dilrang meminta sumbangan apapun terhadap siswa.

Sementara itu, saat Kepala Sekolah SMA Negeri 4 ditanyai perihal penagihan uang bulanan seorang siswa yang menunggak sebesar Rp 300.000.

Noula Wuisan sendiri enggan memberikan komentar. Ia pun membantah, adanya pengusiran siswanya yang tak boleh mengikuti .

“Tidak ada siswa yang dikeluarkan dan semua wajib ikut , ia punya saksi para guru dan security menguatkan pengakuannya.

Baca: Bakal Ditunda Setahun pembahasan Polemik RUU Sisdiknas

Melanjutkan, terkait pengusiran seorang siswanya dan tak dapat mengikuti . Dirinya telah memberikan klarifikasi Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi .

“Mau apa lagi, Saya sudah klarifikasi ke Kabid SMA,” tuturnya.

Noula Wuisan mengatakan, jika tebukti bersalah dan terbukti ada pengusiran. Dirinya siap untuk diberhentikan dari jabatanya sebagai kepala sekolah. (*/NRU)

Editor: Gracesilia Shea Arsiane

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.