SMPN 1 Parigi, Terima Penghargaan Sekolah Aktif Literasi Nasional

<p> Kepala SMPN 1 Parigi, Ikbal Abdul Azis Maro, S.pd</p>
Kepala SMPN 1 Parigi, Ikbal Abdul Azis Maro, S.pd

Berita Parigi Moutong, gemasulawesi.com- Gerakan Nasional Menulis Buku Indonesia (GMBI) dan program Gerakan Siswa Menulis Buku Nasional (GSMBN), menganugerahi, SMPN 1 Parigi, penghargaan sekolah aktif literasi nasional.

Kepala Sekolah SMPN 1 Parigi, Ikbal Abdul Azis Maro, S.pd, Kamis, 10 Februari 2022, kepada wartawan mengaku senang dan bangga dengan penghargaan tersebut.

Baca: Kemendikbudristek Cetak Ratusan Buku dan Bahan Bacaan

“Selain penghargaan dalam bentuk plakat, kami juga diberikan 100 buah buku puisi hasil karya siswa SMPN 1 Parigi, untuk dijadikan referensi perpustakaan,” tuturnya.

Lanjut dia, ada proses penilaian dan tinjauan pada aktifitas pelajar dalam melakukan gerakan setelah itu penghargaan sekolah aktif literasi nasional baru diberikan.

Baca: Proyek Jalan di Parigi Moutong Sering Jadi Temuan, Ini Kata Inspektorat

Literasi kata dia, tidak hanyadilakukan saat mengejar penghargaan, tetapi sudah menjadi rutinitas dalam pelaksanaan belajar mengajar di kelas.

Baca: SMPN 1 Taopa Parigi Moutong Ikuti Gerakan Sekolah Menulis Buku

“Dalam kegiatan yang digelar oleh GMBI dan GSMBN itu kita melibatkan 1oo orang siswa dari semua jenjang, mereka didampingi oleh tiga orang guru,” terangnya.

Setelah itu kata dia, para siswa membuat karya puisi yang diterbitkan oleh nyalanesia.

Ia menjelaskan, GSMBN adalah program pembangkit semangat untuk kegiatan literasi sekolah yang dikembangkan oleh lembaga Nyalanesia.

Baca: Buku Induk Penduduk Permudah Pendataan Warga di Parigi Moutong

“Bentuk kerja sama yang kita lakukan adalah pengembangan bakat dan potensi siswa dalam pembimbingan di bidang karya tulis,” ungkapnya.

Dalam proses pembimbingan lembaga Nyalanesia menyeleksi hasil karya siswa dalam lomba puisi. Setelah itu kata dia, dihasilkan tiga orang siswa terbaik dalam penulisan puisi.

Ia berharap, launching buku pertama hasil karya dari siswa SMPN 1 Parigi, bisa tetap berkelanjutan setiap tahunnya. (wd/fan)

Baca: 57 Bakal Calon Kades di Parimo Ikuti Tes Tertulis dan Wawancara

...

Artikel Terkait

wave

PP Nomor 49 Tahun 2018, Tenaga Honorer Tahun 2023 Dihapuskan

Kebijakan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 49 Tahun 2018 tentang manajemen PPPK memastikan tidak ada lagi tenaga honorer di Tahun 2023.

Fenomena Belajar Daring, Menikah Dini hingga Frustasi di Kota Palu

Disdikbud Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah menyebut adanya fenomena belajar daring dengan banyaknya peserta didik menikah dini.

Kemendikbudristek Cetak Ratusan Buku dan Bahan Bacaan

Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi melalui Badan Bahasa, cetak buku dan bahan bacaan untuk meningkatkan literasi anak.

Disdikbud Parimo Monitoring Ujian Akhir Sekolah Tatap Muka

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, monitoring Ujian Akhir Sekolah tatap muka.

Juli Mendatang, Jadwal Pembelajaran Tatap Muka di Parigi Moutong

Dinas pendidikan dan kebudayaan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menjadwalkan pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran Juli mendatang.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;