Tampakkan Raut Muka Sedih Saat Berpisah, Sandera Hamas Disebut Alami Stockholm Syndrome

<p>Ket. Foto : Sandera Hamas Disebutkan Mengalami Stockholm Syndrome<br />
(Foto/X/@MarioNawfal)</p>
Ket. Foto : Sandera Hamas Disebutkan Mengalami Stockholm Syndrome (Foto/X/@MarioNawfal)

Internasional, gemasulawesi – Saat ini, baik Hamas maupun Israel diketahui sedang melakukan gencatan senjata setelah berminggu-minggu melakukan peperangan di Palestina.

Selain gencatan senjata, Hamas dan Israel juga sepakat untuk saling bertukar tahanan dan sandera yang dimiliki mereka.

Beberapa menyebutkan jika sandera Hamas yang sebagian besar merupakan warga Israel menampakkan raut sedih saat harus berpisah dengan anggota Hamas.

Baca: Tidak Miliki Hubungan Diplomatik, Ini Cara Qatar Dapat Jadi Mediator Kesepakatan Gencatan Senjata Hamas dengan Penjajah Israel

Mereka juga menampilkan raut wajah bahagia dan melambaikan tangan di mobil Palang Merah Internasional yang menjemput mereka ke arah para anggota Hamas.

Selain itu, mereka juga sempat berfoto bersama dengan pasukan Hamas.

Warganet pun menyebutkan jika para sandera Hamas tersebut terkena Stockholm Syndrome.

Baca: Penjajah Israel Disebut Gunakan AI untuk Targetkan Lokasi, Ini Bahaya Penggunaannya dalam Perang

Stokcholm Syndrome atau juga disebut dengan Sindrom Stockholm adalah kondisi psikologis seseorang saat mereka menjadi korban penculikan, penyekapan ataupun penyanderaan.

Mereka yang mengalaminya membentuk sebuah hubungan  psikologis dengan orang yang menculiknya.

Para korban tersebut juga seiring berjalannya waktu mulai bersimpati dengan mereka.

Baca: Syahid, Ini Nama Beberapa Komandan Hamas yang Meninggal Akibat Dibunuh oleh Penjajah Israel

Namun, Stockholm Syndrome juga dialami oleh mereka yang mengalami KDRT dan toxic relationship.

Kemunculan Stockholm Syndrome ini juga disebutkan bisa jadi timbul karena korban yang misalnya seperti para sandera Hamas ingin meningkatkan peluang mereka untuk bertahan hidup.

Dan salah satu cara yang mereka lakukan adalah dengan bersimpati dengan pelaku yang menculiknya.

Baca: Viral di Media Sosial, Ini Isi Surat Ucapan Terima Kasih dari Pihak Sandera Penjajah Israel kepada Hamas

Stockholm Syndrome pertama kali diperkenalkan oleh Nils Bejerot di tahun 1983 yang merupakan psikiater dan kriminolog asal Swedia.

Orang-orang yang mengalami Stockholm Syndrome biasanya memiliki beberapa tanda, yakni bersimpati pada keyakinan dan perilaku penculiknya, memiliki perasaan negatif kepada polisi atau figur otoritas lainnya dan perasaan positif terhadap penculik atau pelaku kekerasan.

Meskipun tidak semua orang mengalami Stockholm Syndrome, sindrom ini tidak memiliki penyebab yang jelas.

Baca: Sebagian Hancur, Ini Fakta Memilukan dari Kondisi RS Indonesia di Gaza Utara yang Kini Rusak Parah oleh Penjajah Israel

Para korban penculikan atau penyanderaan mungkin menciptakan ikatan ini sebagai salah satu cara mereka untuk mengatasi situasi yang ekstrem dan menakutkan.

Jika yang menjadi pelaku menunjukkan kebaikan hati, korban penyanderaan dan penculikan seperti sandera Hamas mungkin bersimpati terhadap mereka atas kebaikan yang mereka dapatkan selama mengalami penyanderaan oleh Hamas. (*/Mey)

 

 

 

 

 

 

 

 

...

Artikel Terkait

wave

Tidak Miliki Hubungan Diplomatik, Ini Cara Qatar Dapat Jadi Mediator Kesepakatan Gencatan Senjata Hamas dengan Penjajah Israel

Berikut ini adalah bagaimana cara Qatar dapat menjadi mediator utama kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dengan Israel.

Penjajah Israel Disebut Gunakan AI untuk Targetkan Lokasi, Ini Bahaya Penggunaannya dalam Perang

Israel dilaporkan menggunakan AI dalam perang melawan Hamas, namun, berikut ini beberapa bahaya penggunaan AI.

Syahid, Ini Nama Beberapa Komandan Hamas yang Meninggal Akibat Dibunuh oleh Penjajah Israel

Berikut ini nama-nama dari komandan Hamas yang gugur akibat serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel ke Palestina.

Viral di Media Sosial, Ini Isi Surat Ucapan Terima Kasih dari Pihak Sandera Penjajah Israel kepada Hamas

Berikut ini merupakan isi surat ucapan terima kasih dari sandera warga Israel yang ditujukan kepada pejuang Hamas.

Sebagian Hancur, Ini Fakta Memilukan dari Kondisi RS Indonesia di Gaza Utara yang Kini Rusak Parah oleh Penjajah Israel

Berikut ini fakta-fakta memilukan dari kondisi RS Indonesia yang kini telah rusak parah oleh serangan yang dilakukan Israel.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;