Terkuak Ternyata Begini Motif Pelaku Pembunuhan Anak Perempuan Tanpa Organ di Kebun Sawit Kabupaten Bangka Barat

<p>Ket. Foto: Pelaku Pembunuhan Anak Perempuan Tanpa Organ dan Barang Bukti Sudah Diamankan oleh Bareskrim Polri (Foto/Facebook/JokBangka)</p>
Ket. Foto: Pelaku Pembunuhan Anak Perempuan Tanpa Organ dan Barang Bukti Sudah Diamankan oleh Bareskrim Polri (Foto/Facebook/JokBangka)

Nasional, gemasulawesi – Terkuak motif pelaku pembunuhan anak perempuan tanpa organ di Kebun Sawit Kabupaten Bangka Barat yang sebelumnya meminta uang tebusan 100 juta kepada ayah korban jika ingin anak perempuan bernama Hafiza selamat.

Menurut keterangan Bareskrim Polri motif pelaku pembunuhan anak perempuan tanpa organ di Kebun Sawit Kabupaten Bangka Barat untuk mendapatkan uang dari orang tua korban.

Diketahui pelaku pembunuhan itu masih remaja di bawah umur yang usianya baru 17 tahun, pelaku melakukan aksinya dengan tunggal.

Baca: Tim SAR Turunkan Drone untuk Lakukan Pencarian Keberadaan Hafiza Bocah Perempuan yang Hilang

Pelaku tersebut sebutlah namanya Taichan merupakan tetangga dari korban bernama Hafiza anak perempuan yang usianya baru 8 tahun.

Rumah pelaku dengan rumah korban hanya berjarak 3 rumah saja.

Status pelaku saat ini masih pelajar SMA di Bangka Barat.

Baca: Penganiayaan Balita di Tangerang Selatan Terekam Video ART

Kasus penculikan dan pembunuhan yang dialami oleh Hafiza yang sudah hilang selama 4 hari dan ditemukan tanpa organ ini sampai diselidiki oleh Bareskrim Polri (Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia).

Pelaku bernama Taichan ini baru ditemukan kemarin Rabu, 15 Maret 2023.

Setelah diselidiki dan diinterogasi ternyata pelaku belajar melakukan aksinya tersebut dari sosial media bermuka ia menonton dan melihat kasus penculikan anak di media sosialnya.

Baca: Ini Bahaya Flu Burung, Bisa Menyebabkan Pneumonia hingga Gagal Nafas Akut

Diketahui juga menurut keterangan orang tua korban, pelaku dengan korban sudah seperti kakak adik.

Pelaku mengajak korban untuk menaiki motor dengan alasan bahwa mereka akan pergi memancing dan dengan polosnya korban mau mengikuti pelaku karena merasa sudah mengenal baik pelaku.

Korban yang saat itu diajak pelaku ketika korban sedang bermain lato-lato.

Baca: Polisi Belum Beberkan Motif Pria Positif Covid19 Wisata Kuliner

Diketahui juga bahwa kaki dan tangan korban diikat lalu pelaku menghabisi korban dengan menggunakan kayu 3 kali untuk memukul korban.

Tidak hanya itu saja, pelaku juga menggunakan pisau cutter untuk memastikan apakah korban benar-benar meninggal dunia atau masih hidup.

Hal yang membuat pelaku ditemukan adalah ketika pelaku terlacak membeli kartu Axis di sebuah konter di daerah tempat tinggalnya.

Baca: 210 Petani Sawit Luwu Utara Diberi Pelatihan Teknis Budidaya

Nomor kartu tersebut digunakan pelaku untuk meminta uang kepada orang tua korban setelah pelaku berhasil membunuh korban.

Keluarga korban saat ini yang merasa kehilangan anak perempuannya hanya bisa bersabar dan tabah dalam menghadapi kasus ini.

Keluarga korban menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian saat ini pelaku sudah menggunakan seragam oranye dan wajah pelaku juga sudah tersebar ke mana-mana. (*/Wulandari)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Waduh Thrifting Dilarang Presiden! Pasar Senen Bakal Disidak Mendag

Nasional, gemasulawesi &#8211; Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, menindaklanjuti instruksi Presiden Jokowi yang melarang penjualan pakaian bekas impor atau thrifting dengan penindakan usaha. Usaha Thrifting tengah booming di masyarakat, dengan harga murah daripada baju baru, masyarakat bisa memperoleh pakaian bermerek. Namun nyatanya, Presiden Jokowi malah mengkritisi viralnya usaha thrifting ini. “Itu (usaha thrifting) sangat mengganggu industri dan [&hellip;]

Profil Ipar Presiden Jokowi, Lulusan Sekolah Guru jadi Hakim Nomor 1 Indonesia

Nasional, gemasulawesi &#8211; Setelah melewati proses pemungutan suara yang panjang, Hakim Konstitusi Anwar Usman berhasil terpilih kembali sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) untuk periode 2023-2028. Anwar Usman, salah satu Hakim terkemuka yang telah menjalani karirnya di Mahkamah Konstitusi selama bertahun-tahun. Dirinya lahir di Bima pada tahun 1956, dan telah berhasil mencapai puncak karirnya sebagai Ketua [&hellip;]

Wow! Ipar Presiden Jokowi Kembali Pegang Kendali MK

Nasional, gemasulawesi &#8211; Anwar Usman dan Saldi Isra dipilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) untuk periode 2023-2028 oleh sembilan hakim MK. Setelah menggelar musyawarah namun tidak mencapai kesepakatan, para hakim MK melakukan pemilihan ketua dan wakil ketua MK melalui pemungutan suara. Proses pemilihan Ketua MK terjadi secara dramatis karena terdapat tiga putaran [&hellip;]

Tentukan Awal Ramadhan, Ini Dia Titik Pengamatan Hilal dari Sabang sampai Merauke

Nasional, gemasulawesi &#8211; Untuk menentukan awal Ramadhan 1444 H, Kementerian Agama telah mempersiapkan 124 titik pengamatan Hilal dari Sabang sampai Merauke.  Berikut adalah daftar titik pengamatan Hilal di Indonesia Provinsi Aceh: • Tugu 0 Km Kota Sabang • Observatorium Tgk Chik Kuta Karang Lhoknga • Pantai Lhok Geulumpang Setia Bakti Aceh Jaya • Bukit Blang [&hellip;]

Cek Fakta Berita Video Tentang Rencana Jokowi Tiga Periode Sudah Dijalankan

Pada media sosial YouTube dan Facebook sempat beredar sebuah video dengan disertai dialog yang menyebutkan bahwa rencana akan tiga periode sudah dijalankan

Berita Terkini

wave

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal


See All
; ;