164 Ekor Sapi di Kabupaten Morowali dan Morut Terpapar PMK

waktu baca 2 menit
Ket Foto: petugas kesehatan menyuntik vaksin penyakit mulut dan kuku (Foto/Ilustrasi Gambar)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – 164 ekor sapi di wilayah Kabupaten Morowali dan Morowali Utara (Morut), Provinsi Sulawesi Tengah, terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK).

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulawesi Tengah, Dandi Alfita di palu, Rabu 21 September 2022.

“Sekarang keadaan Sulawesi Tengah telah berubah menjadi zona merah dengan total 164 ekor sapi yang terpapar,” ucap Dandi Alfita.

Ia menjelaskan, Kabupaten Morowali Utara masing-masing memiliki 124 ekor sapi dari total 164 ekor sapi yang terpapar PMK, sedangkan Kabupaten Morowali memiliki 40 ekor sapi. Awalnya, lanjut Alfita, gejala tersebut terdeteksi pada ternak dari beberapa masyarakat, setelah itu dilakukan investigasi untuk mengetahui peta sebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sudah terjadi.

Hasil pemetaan menunjukkan gejala PMK juga terjadi pada beberapa sapi di Kabupaten Morowali.

“Pada saat yang sama, di Balai Veteriner Maros, kami mengambil sampel untuk uji laboratorium, dan hasilnya baru keluar hari ini dan positif,” kata Alfita.

Dari temuan ini, Dinas Peternakan dan Perkebunan Sulawesi Tengah telah memblokir semua akses pengiriman ternak dari Morut dan Morowali.

Ia menjelaskan, pihaknya langsung menutup dengan memperketat titik cek poin pemeriksaan yang dijaga oleh petugas Peternakan maupun oleh aparat keamanan seperti polisi dan TNI.

Baca: Pemkot Palu Manfaatkan Digitalisasi Arsip Lewat Aplikasi Srikandi

Upaya lainnya, lanjut Alfita, adalah penyemprotan disinfektan di seluruh kandang ternak, baik di Morut maupun Morowali.

“Terakhir vaksin sudah dalam proses pengiriman dan sesegera mungkin akan diberikan suntikan pada hewan yang terpapar maupun yang tidak untuk meminimalkan kemungkinan penyebaran lebih lanjut,” imbuhnya.

Ia juga menghimbau kepada semua pemilik peternakan dan yang tidak memilikinya untuk mengambil tindakan pencegahan sendiri, termasuk menyemprotkan desinfektan secara teratur. (*/Ikh)

Baca: Konsolidasi Percepatan Penurunan Stunting di Kota Palu

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.