Konsolidasi Percepatan Penurunan Stunting di Kota Palu

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Petugas kesehatan mengukur lingkar kepala balita di Posyandu (Foto/Ilustrasi Gambar)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Konsolidasi percepatan penurunan stunting dengan melibatkan lintas sektor oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, guna mempersiapkan generasi penerus yang unggul di daerah tersebut.

Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Palu Reni A. Lamadjido di Palu, Rabu 21 September 2022.

“Stunting merupakan masalah kesehatan yang akan berdampak negatif pada tumbuh kembang anak jika tidak segera ditangani dengan cepat dan baik,” ucap Reny A. Lamadjido.

Ia menjelaskan, konsolidasi dan rekonsiliasi pengelolaan harus melibatkan semua sektor, baik di lingkungan pemerintah daerah, instansi vertikal maupun organisasi dan lembaga non pemerintahan, termasuk pemangku kepentingan di kota, kecamatan, dan kelurahan.

Meski sudah ada organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani masalah ini, dia mengatakan masih perlu dukungan berbagai pihak untuk berhasil menangani stunting.

“Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Palu untuk menindak kasus stunting yang telah dituangkan menjadi langkah konvergensi,” kata Reny.

Dalam rangka percepatan penanganan, Pemerintah Kota Palu juga bekerjasama dengan Badan Kependudukan Keluarga Berencana (BKKBN) Sulawesi Tengah sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat melalui kantor perwakilan di daerah.

Menurutnya, upaya konsolidasi percepatan penurunan stunting di ibu kota Sulawesi Tengah ini memiliki dinamika positif, di mana Kelurahan Pengawu di Kecamatan Tatanga kini telah memelopori rumah pemantauan gizi balitan juga Ibu hamil.

Wadah ini dirancang untuk mengintervensi perbaikan gizi balita dengan indikasi stunting dengan memberikan tambahan nutrisi dan vitamin.

Ia berharap kelurahan lain bisa mengadopsi strategi ini agar kondisi ketahanan gizi anak selalu terpantau dengan melibatkan kader posyandu.

“Ini bentuk kolaborasi melalui kemudahan penggunaan, kami berharap inovasi seperti ini terus ditingkatkan,” katanya.

Saat memproses kasus, Kota Palu menargetkan tidak hanya 33 wilayah, tetapi ke depan 46 kelurahan di daerah tersebut dengan mengacu pada langkah-langkah konvergensi.

Baca: IPB dan Pemda Parigi Moutong Kerjasama Inovasi Gula Sagu

Ia mengatakan, Ini untuk memaksimalkan kegiatan yang mencakup pencegahan dan pengendalian.

Prevalensi tengkes di Kota Palu tahun 2021 sebesar 23,9 persen, sedangkan target tahun ini berusaha diturunkan menjadi 18 persen dan target 2024 dihilangkan sebesar 12 persen atau di bawah angka prevalensi nasional sebesar 14 persen.

Menurut data elektronik dari Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPBGM), 1.221 dari 22.400 balita di Kota Palu terkena stunting,” pungkas Reny. (*/Ikh)

Baca: Pemkot Palu Manfaatkan Digitalisasi Arsip Lewat Aplikasi Srikandi

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.