2.405 Jiwa Warga Aceh Utara Mengungsi Akibat Banjir

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Banjir di Buloh Blang Ara, Aceh Utara (Foto/Facebook Faisal)

Berita Nasional, gemasulawesi – Sebanyak 2.405 jiwa dari 757 keluarga di enam kecamatan, Kabupaten , Aceh mengungsi akibat berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) .

Mulyadi, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD , mengatakan di wilayah itu bertambah menjadi 15 kecamatan dari sebelumnya hanya 10 kecamatan.

“Data terus bertambah, hingga saat ini 2.405 jiwa dari 757 KK telah mengungsi di 12 titik pengungsian. Dan kemngkinan akan terus bertambah,” katanya Rabu, 21 Desember 2022 di .

Mulyadi menyebutkan, 5.925 orang dari 1.866 kepala keluarga di 55 desa terdampak .

Baca: BNPB Sebut Frekuensi Banjir Sudah Mulai Berkurang

Sebagian besar warga yang terkena dampak masih tinggal di rumah masing-masing.

Kecamatan yang terendam adalah Matang Kuli, Banda Baro, Samudera, Syamtalira Bayu, Syamtalira Aron, Cot Girek, Pirak Timu dan Lhoksukon.

Lanjutnya, Nibong, Syamtalira Aron, Simpang Keramat, Nisam, Tanah Luas, Langkahan, dan juga Geureudong Pase.

Baca: BPBD Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Banjir dan Longsor

“Selain rumah warga, juga merendam dua sekolah dan 630 hektare sawah di Matang Kuli, longsor di Desa Seuneubok, Kecamatan Nisam,” ucapnya.

katanya mulai menggenangi pemukiman warga sejak Selasa, 20 Desember 2022 sore.

Ketinggian air berfluktuasi antara 30 dan 100 sentimeter. Selain itu, beberapa sungai mulai terkikis akibat terjangan .

Baca: Polda Sulbar Salurkan Bantuan Ratusan Sembako Bagi Korban Banjir Mamuju

yang melanda Kabupaten akibat hujan deras yang terjadi pada minggu lalu menyebabkan Krueng (sungai) Keureuto, Krueng Pirak dan Krueng Pass meluap.

Saat ini, petugas masih melakukan pendataan warga terdampak dan mendistribusikan bantuan pada saat terjadi kepanikan, serta memantau situasi dan kondisi di wilayah bencana.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mewaspadai potensi dan bencana lainnya karena kondisi cuaca saat ini tergolong ekstrim.

Baca: Disdik Sulsel Sebut Pembelajaran Sekolah Berjalan Meski Banjir

“Hujan semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir, masyarakat diharapkan tetap waspada. Tim BPBD selalu siaga memantau daerah rawan dan siapkan manajemen darurat jika terjadi ,” ucap Mulyadi. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.