2 Pejabat Kemendag Ditetapkan Tersangka oleh Bareskrim Terkait Korupsi Gerobak

waktu baca 2 menit
Dir Tipikor Bareskrim Polri Brigjen Pol Cahyono Wibowo mengatakan, dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kemendag ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan gerobak dagang.

Berita Hukum, Gemasulawesi – Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipikor) Bareskrim Polri menetapkan dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan gerobak dagang pada tahun anggaran 2018 2019. Kedua orang tersebut adalah Putu Indra Wijaya dan Bunaya Primabudi.

“Tersangka pertama tahun 2018 adalah saudara PIW, selaku PPK pada tahun anggaran 2018,” kata Direktur Tipikor Polri Brigjen Cahyono Wibowo, Rabu, (09/07/2022). Cahyono menjelaskan, tersangka pada 2018 menerima suap Rp 800 juta. Sebagai PPK, Putu membuat pengaturan lelang bagi pihak-pihak yang ditunjuk sebagai pelaksana pengadaannya.

“Kemudian juga ada kesepakatan lelang dalam proses pelaksanaannya. Dimana dengan cara mengubah. Jadi Pokja ini yang menentukan PT sebagai pemenangnya,” kata Cahyono.

Menurutnya dalam kontrak diketahui pengadaannya gerobak sebanyak 7.200 unit dengan nilai kontrak Rp 49 miliar. Faktanya hanya 2.500 gerobak yang dikerjakan. “Sebenarnya pekerjaan ini fiktif, prosesnya fiktif, jadi yang dikerjakan hanya 2.500 gerobak. Nah untuk perhitungan perkiraan Rp 30 miliar itu fiktif. Jadi mendapatkan estimasi Rp 30 miliar itu fiktif,” kata Cahyono.

Baca: Kejari Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Katu, Poso

Kemudian Bunaya Priambudi ditetapkan sebagai tersangka korupsi pengadaan gerobak pada kasus 2019. Ia diduga menerima suap senilai Rp 1,1 miliar. “Ada yang menarik, Rp 1,1 miliar ini diberikan sebagai suap tetapi digunakan untuk menutupi penggantian ganti rugi terhadap suatu peristiwa yang dinilai juga sebagai objek kami dalam proses penyelidikan. Jadi uang suap yang diterima Rp 1,1 miliar tersebut digunakan untuk membayar ganti rugi terhadap pekerjaan yang lain,” tutur Cahyono Puteranegara. (*/GSA)

Baca: 2021, Kemendag Bantu 10 Unit Sarana Perdagangan di Parimo

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.