233.167 KPM di Sulawesi Tengah Sudah Terima BLT BBM

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Penerima BLT BBM (Foto/Ilustrasi Gambar)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – 233.167 keluarga penerima manfaat (KPM) di Sulawesi Tengah, telah terima bantuan langsung tunai kenaikan harga bahan bakar minyak () dan bantuan sosial tunai tahap pertama dari jumlah kuota di provinsi itu 241.483 keluarga sasaran.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Sosial Sulawesi Tengah, Siti Hasbiah saat dihubungi di Palu, Jumat 30 September 2022.

“233.167 keluarga penerima manfaat telah terima , masih ada 8.450 penerima manfaat yang penyalurannya akan terus digenjot,” ucap Siti Hasbiah.

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima dari pihaknya, penyelesaian penerimaan bantuan bagi warga prasejahtera di provinsi tersebut sudah berada di angka 96 persen, yang realisasi secara nasional telah dibayarkan sekitar 97 persen, atau 20.116.834 keluarga sasaran, hingga 29 September 2022.

Oleh karena itu, ia meminta dinas sosial kabupaten/kota untuk terus memberikan bantuan kepada penerima manfaat karena hasil penyalurannya dievaluasi sesuai petunjuk teknis Kementerian Sosial.

“Tentunya sebagai instansi terkait, kami berharap dukungan ini tepat sasaran. PT Pos Indonesia sebagai distributor tentunya bekerja secara profesional dalam memberikan pelayanan,” ucap Hasbiah.

Dijelaskannya, dari 13 kabupaten/kota di sekitar tujuh wilayah dengan realisasi di atas 96 persen, yaitu Kabupaten Kepulauan Banggai, 99 persen atau 11.846 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari 12.002 keluarga sasaran.

Baca: Dana Rp 18,2 Miliar Disiapkan Perbaiki Jalan Rusak di Enrekang

Hasbiah mengatakan, Kabupaten dengan realisasi terendah, Tojo Una-una, membayar 87 persen atau 14.682 KPM dari total kuota 16.788 keluarga sasaran.

Ia menambahkan tiga wilayah yaitu Palu, Sigi, dan Banggai Laut masing-masing dengan keberhasilan 96 persen, serta Morowali dan Morowali Utara dengan 94 persen.

“Sekitar 631 keluarga sasaran saat ini gagal bayar, faktor yang menjadi akibat salah satunya KPM pindah daerah atau telah meninggal dunia. KPM yang tidak berada di lokasi saat ini sedang diupayakan mekanisme penyalurannya. Kami berharap agar penyalurannya bisa segera selesai,” pungkas Hasbiah. (*/Ikh)

Baca: Eks Napi Pembunuhan WNA Myanmar Dideportasi dari Makassar

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.