Bantu Warga Saat Pandemi, Kota Palu Laksanakan Pasar Murah

<p>Pasar Murah Kota Palu.</p>
Pasar Murah Kota Palu.

Berita kota palu, gemasulawesiBantu warga saat pandemi virus corona, pemerintah Kota Palu laksanakan pasar murah.

Walikota Palu diwakili Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Palu, Drs. Syamsul Saifudin, M.M membuka sekaligus menyampaikan sambutan pada acara pasar murah tahun 2020.

“Kegiatan pasar murah ini, merupakan wujud kepedulian pemerintah dalam mengantisipasi meningkatnya aneka harga kebutuhan pokok terutama bahan makanan dan pangan,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Palu, Drs. Syamsul Saifudin, di halaman kantor Perindag Jalan Balai Kota Palu, Jumat 10 Juli 2020.

Kenaikan harga kebutuhan pokok warga kata dia, berdampak pada menurunnya daya beli warga. Atas dasar itulah, Pemkot Palu memprogramkan kegiatan pasar murah.

Tujuannya, membantu warga untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dimasa pandemi corona seperti sekarang ini.

Baca Juga: Banggai Kepulauan Masuk Zona Hijau Risiko Corona Sulteng

Seraya berharap semangat untuk saling membantu, saling peduli dan saling berbagi antara satu warga dengan warga yang lain di Kota Palu ini dapat terus kita perkuat. Sesuai dengan prinsip Masintuvu Kita Maroso, Morambanga Kita Marisi.

“Pasar murah ini akan rutin kita gelar di delapan kecamatan secara bergiliran. Kecamatan pertama di Ulujadi tanggal 13 – 14 Juli 2020 mendatang,” urainya.

Ia mengatakan, para IKM yang belum ikut serta pasar murah hari ini dimohon bersabar. Sambil Disperdagind Kota Palu mengkondisikan tempat yang ada. Sehingga, para IKM lainnya bisa ikut serta.

Hadir dalam acara pembukaan pasar murah itu, perwakilan BUMN dan BUMD Kota Palu, pelaku usaha pasar Gerak, Alfamidi dan hifermart sekaligus ikut andil dalam pasar murah tersebut.

Menariknya acara pasar murah itu dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu, terkait penerapan protokol kesehatan di pasar, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto memaparkan yang harus diterapkan di pasar rakyat. Baik modern maupun tradisional untuk menghindari penyebaran virus corona atau Covid-19.

Agus mengatakan, pihaknya telah menyiapkan standard operating procedure (SOP) yang harus dijalankan para penjual dan pembeli di pasar rakyat tersebut. Pengelola pasar rakyat, kata dia, harus menyiapkan dan memastikan seluruh pedagang menggunakan masker, sarung tangan, selama beraktivitas.

“Serta memastikan semua elemen pasar negatif Covid-19 dari hasil rapid test atau PCR yang difasilitasi oleh pemerintah daerah,” tuturnya.

Pintu masuk pasar harus menggunakan batas pagar untuk mengontrol jumlah pengunjung.

Setidaknya jumlah pengunjung dibatasi 30 persen dari kapasitas yang normal. Waktu kunjungan ke pasar pun harus dibatasi oleh pengelola, yakni 2,5 jam secara interval. Ini termasuk ketersediaan petugas informasi dan memastikan pengunjung menghindari kontak fisik dengan pengunjung lain.

“Kemudian menyediakan sarana dan alat kesehatan, mengatur waktu operasional serta menerapkan physical distancing dengan cara, 1,5 meter antar pedagang,” kata dia.

Pengelola pasar juga harus memberikan teguran sanksi kepada pedagang yang tidak mematuhi protokol tersebut.

Mereka juga harus mengoptimalkan ruang berjualan di tempat terbuka atau tempat parkir dengan physical distancing, jarak antar pedagang sekitar 2 meter.

“Pedagang wajib mematuhi disiplin protokol kesehatan seperti membersihkan kiosnya, menggunakan masker, dan sarung tangan selama beraktivitas di pasar, serta menjaga barang dagangannya bersih dan higienis,” kata dia.

Begitu pun para pembeli diwajibkan mengikuti peraturan kesehatan seperti menggunakan masker, sarung tangan, mencuci tangan dengan sabun, serta menghindari pembayaran menggunakan uang tunai di ritel modern.

Laporan: Muhammad Rafii

...

Artikel Terkait

wave

Corona Sulawesi Tengah Hari Ini, Nihil Penambahan Kasus Baru

Update corona Sulawesi Tengah 10 Juli 2020, nihil penambahan kasus baru.

Kesal Kondisi Jalan Rusak, Warga Mamuju Sulbar Tanam Pohon Pisang

Kesal dengan kondisi jalan rusak parah, warga di Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat atau Sulbar tanam pohon pisang.

Parigi Moutong Nihil Covid-19

Menurut perkembangan covid-19 terkini, Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah nihil kasus virus corona.

DPRD Parimo Sepakat Lanjutkan Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2019

Tujuh fraksi DPRD Parigi Moutong Sulawesi Tengah, sepakat bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2019.

Banggai Kepulauan Masuk Zona Hijau Risiko Corona Sulteng

Kabupaten Banggai Kepulauan masuk dalam zona hijau virus corona di Sulawesi Tengah.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;