Beban Daya PLN Membengkak, Program Kompor Listrik Ditunda

waktu baca 3 menit
Ket Foto: Kompor Listrik (Foto/Ilustrasi Gambar)

Berita nasional, gemasulawesi – , wacana program penggantian fungsi kompor gas ke kompor listrik yang rencananya akan direalisasikan tahun ini akan ditunda.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto.

Sebelumnya, Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PT PLN mengungkapkan bahwa penggunaan kompor listrik di rumah dapat menghemat pengeluaran hingga Rp 8.000 dibandingkan dengan menggunakan kompor gas.

Namun, sesaat setelah rilis rencana ini, Menteri Airlangga mengatakan rencana beralih dari kompor listrik telah ditunda dan tidak dapat dilaksanakan tahun ini.

Wacana program tentang pergantian kompor listrik menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, hal ini dikarenakan akses dan keterjangkauan masyarakat secara finansial belum merata sehingga ditunda, sebagian besar  masyarakat masih memilih menggunakan kompor gas.

Menteri BUMN Erick Thohir sendiri sempat mengatakan kompor gas masih bisa digunakan dan dijual. Namun demikian, kompor gas hanya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“LPG bukan berarti kita harus menghilangkannya, tidak mungkin. Tapi kita harus menyeimbangkannya,” kata Erick Jumat 23 September 2022 lalu di Pasar Murah Purwakarta, Jawa Barat.

Hal ini juga menunjukkan bahwa beberapa keunggulan kompor listrik dibandingkan kompor gas menjadi salah satu alasan mengapa pemerintah mulai mendorong penggunaan kompor listrik.

Kelebihan kompor listrik antara lain dapat memberikan panas lebih cepat, lebih mudah dibersihkan, lebih hemat energi dan tidak mengubah suhu ruangan setelah dimasak.

Rencana pergantian kompor listrik ini juga ditentang oleh artis dan anggota DPR RI Mulan Jameela. Mulan juga mengungkapkan bahwa penggunaan kompor listrik ini mungkin tidak efektif dan tidak cocok untuk masakan Indonesia.

“Jujur saja ya, keahlian saya sebagai anggota dewan dan sebagai ibu. Kami hanya memiliki kompor listrik di rumah, tetapi kami tidak bisa menyingkirkan kompor gas karena makanan Indonesia berbeda, bukan bule, ukuran wajannya sama,” ucap istri Ahmad Dhani.

Direktur eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan, menawarkan pendapatnya tentang transisi kompor listrik. Menurutnya, hal ini memungkinkan PLN untuk membawa beban listrik yang lebih tinggi.

Mamit mengatakan, dengan penundaan ini, beban PLN akan semakin berat karena surplus 6-7 gigawatt. Ini di atas belanja PLN Rp 3 triliun per gigawatt.

Baca: BPS Parigi Moutong Siapkan Program Registrasi Sosial Ekonomi

Di tengah perdebatan publik tentang konversi kompor listrik, Menteri Koordinator Airlangga didampingi Menteri ESDM Arifin Tasrif mengumumkan rencana konversi kompor listrik akan ditunda sehubungan dengan rencana ini, yang masih di DPR RI.

Meski pelaksanaan konversi ditunda, dipastikan uji coba tetap dilakukan di dua kota, yakni Solo dan Denpasar, guna mendapatkan data riil penggunaan kompor listrik di masyarakat. (*/Ikh)

Baca: Update Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 1.411 Orang

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.