BLT BBM di Sulawesi Tengah Telah Tersalurkan 90 Persen

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Penerima BLT BBM (Ilustrasi Gambar)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Bantuan langsung Tunai bahan bakar minyak (BLT BBM) dan bantuan sosial tunai sembako di Sulawesi Tengah (Sulteng), telah tersalurkan 90 persen, berdasarkan laporan dari Dinas Sosial Sulteng.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Sosial Sulteng Siti Hasbiah saat di hubungi di Palu 21 September 2022

“Penyaluran bantuan sosial terus menunjukkan kemajuan yang baik. Kami meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kabupaten/kota untuk terus melakukan pemantauan lapangan,” ucap Siti Hasbiah.

Ia menjelaskan, pemerintah secara tidak sengaja mengeluarkan kebijakan untuk menaikkan kuota penerima BLT BBM dan bantuan tunai sembako di Sulawesi Tengah, yang sebelumnya berjumlah 209.888 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setelah menjadi 214.048 KPM diperbarui menjadi 241.937 keluarga sasaran.

Bahwa sejak realisasi ini telah disalurkan sekitar 194.058 penerima manfaat di 13 kabupaten/kota provinsi untuk penyaluran tahap pertama.

“Sekitar 47.879 KPM yang belum dibayarkan diproses oleh PT Pos Indonesia melalui kantor pos di wilayahnya masing-masing,” kata Hasbiah.

Menurut data yang dilaporkan, beberapa kabupaten melebihi angka kinerja awal provinsi. Daerah dengan tingkat presentasi lebih besar dari 90% adalah Kabupaten Kepulauan Banggai 97 persen, Poso 94 persen, Tolitoli 93 persen, Banggai 92 persen dan Buol 91 persen.

Hasbiah mengatakan, Kota Palu, Donggala dan Parigi Moutong masing-masing 95 persen. Sejauh ini tidak ditemukan pelanggaran, semuanya berjalan normal.

Baca: Banyak Merah, Analisa Rapor Pendidikan Sekolah Parigi Moutong

Ia menjelaskan, proses penyaluran bansos kepada penerima manfaat dilakukan dengan tiga cara, cara pertama mengunjungi rumah keluarga binaan khusus untuk kelompok rentan, antara lain penyandang disabilitas, lanjut usia, dan orang sakit.

Kemudian cara selanjutnya berdasarkan komunikasi atau pelayanan kepada warga yang berada di daerah terjauh dan terjauh, kemudian pembagiannya diatur di kantor pos sesuai jadwal masing-masing desa/Kelurahan dan kecamatan.

“Waktu pendistribusian dirancang untuk menghindari antrean panjang dan memudahkan petugas Kantor Pos melayani warga,” pungkas Hasbiah. (*/Ikh)

Baca: Kesiapsiagaan BPBD Palu Melalui Rencana Kontijensi Gempa

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.