BMKG Akan Gelar Simulasi Gempa dan Tsunami di Pinrang

waktu baca 2 menit
Seismograf Ilustrasi Gambar

Berita , gemasulawesi – Badan Meteorologi Klimatoogi dan Geofisika () gelar simulasi Latihan bagi masyarakat untuk menghadapi potensi gempa dan tsunami di wilayah Kabupaten Pinrang, .

Daryono Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami ,dalam acara gelar wicara diikuti secara daring di Jakarta, Selasa 12 Juli 2022, mengatakan pihaknya akan memfokuskan kegiatan tersebut di Kabupaten Pinrang, .

Kegiatan yang gelar simulasi latihan tersebut akan mencakup informasi potensi gempa di Kabupaten Pinrang, bagaimana informasi peringatan dan peringatan dini gempa dan tsunami akan dikeluarkan. Ada juga table top exercise kapan akan terjadi potensi gempa dan tsunami M 7.5 di Teluk Mandar.

Dari situ, stakeholder bisa memprediksi apa yang akan dilakukan pemerintah daerah, TNI-Polri, SAR dan media.

Baca: Siswa SMPN 3 Parigi Moutong Dibekali Karakter dan Bela Negara

“Kami mengujinya untuk menunjukkan seberapa responsif mereka dan kemudian menyiapkan SOP untuk mereka. kami juga memasang rambu-rambu, stimulus dan BPBD, dan mengikuti rute seolah-olah tsunami terjadi, bagaimana keluar ke tempat yang aman,” ucap Daryono.

Sedangkan untuk wilayahnya, kata Daryono, rawan gempa dan tsunami akibat Sesar atau patahan Walanai. Daryono mengungkapkan, pendapat yang berkembang tentang sesar yang pertama kali mengarah ke kawasan Pare-Pare Mamasa di Sulawesi Barat. Kemudian ada yang berbelok yang menerpa sesar Mamusu Flores di Teluk Mandar.

Secara historis, pada tanggal 29 September 1997, daerah tersebut pernah mengalami gempa bumi besar di Pare-Pare dan sekitarnya, menewaskan 16 orang, melukai lebih dari 35 dan rumah rusak parah. Bulukumba bagian timur dipicu karena sesar aktif dari Gempa bumi tahun 1993, juga pada gempa Ulaweng yang merusak.

“Yang pasti sejak pantauan aktivitas seismik, kawasan Mamasa selatan Pare-Pare dan timur Bulukumba aktif seismik. Di sebelah barat Pinrang ada Teluk Mandar, juga aktif, dan ada patahan di Segmen Somba, tapi ada yang bilang itu sesar naik Mamuju Majene, sejarahnya memicu tsunami tahun 1967 dan 1969 di Sulawesi Barat. Waktu itu banyak memakan korban,” ucap Daryono.

Teluk Mandar dapat dicirikan sebagai wilayah pesisir yang rawan tsunami karena terdapat sumber seismik yang berpotensi tsunami dan patahan yang semakin naik. Saat patahan naik dan kekuatannya besar, apalagi saat ada longsoran, bisa memicu tsunami. (*/Ikh)

Baca: Zainal Abidin Sebut Jabatan Ketua Umum PB Alkhairat Masih Sah

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.