BMKG Sebut Ada Potensi Cuaca Ekstrem Saat Natal dan Tahun Baru

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Cuaca Ekstrem (Foto ilustrasi/Pixabay)

Berita Nasional, gemasulawesi – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika () menyebutkan ada potensi saat libur Natal dan Tahun Baru 2022/2023, warga agar dihimbau untuk waspada.

menemukan empat fenomena yang mengancam wilayah Indonesia.

“Dari pantauan yang dilakukan , kami mengidentifikasi perkembangan kondisi cuaca yang berpotensi menjadi ekstrim,” kata Dwikorita Karnawati Kepala dalam konferensi pers daring di Jakarta, Selasa 20 Desember 2022 malam.

Dwikorita menyebut ada empat kejadian yang bisa menyebabkan hujan semakin deras bahkan dikhawatirkan terjadi ekstrem di berbagai wilayah Indonesia. Biasanya fenomena tersebut terjadi satu per satu.

Baca: Prakiraan Cuaca BMKG, Sulawesi Selatan akan Dilanda Hujan Hingga Seminggu Kedepan

Ia mengatakan ada empat fenomena bersamaan yang menyebabkan dinamika atmosfer ini menyebabkan peningkatan curah hujan yang menjadi intens, bahkan dikhawatirkan bisa mencapai ekstrem.

Ia menjelaskan fenomen pertama adalah peningkatan aktivitas Monsun Asia, yang memicu peningkatan awan hujan secara signifikan di Indonesia bagian barat, tengah, dan selatan.

Fenomena kedua adalah intensifikasi atau semakin intensifnya fenomena Seruakan dingin Asia, yang dapat meningkatkan kecepatan angin permukaan di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan serta meningkatkan pembentukan awan hujan sehingga menjadi lebih intens.

Baca: BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter

“Peningkatan pembentukan awan hujan semakin intensif, ini berpotensi terjadi di sekitar Kalimantan, Sumatera, Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara,” ucap Dwikorita.

Fenomena ketiga, terdapat bukti terbentuknya pusat tekanan rendah di sekitar perairan selatan Indonesia yang dapat memicu peningkatan pertumbuhan awan konvektif yang cukup masif dan berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas tinggi yang dikhawatirkan mencapai ekstrem.

Ada juga kemungkinan peningkatan kecepatan angin permukaan dan peningkatan ketinggian gelombang di sekitarnya.

Baca: BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia

Fenomena keempat yang melacak aktivitas gelombang atmosfer adalah fenomena Madden Julian Oscillation.

Dwikorita menjelaskan bahwa fenomena Madden Julian Oscillation merupakan prosesi pergerakan awan hujan dari Samudera Hindia menuju Timur Afrika.

“Jadi melintasi Samudera Hindia sampai Samudera Pasifik, tapi melalui kepulauan Indonesia,” katanya.

Baca: BMKG Imbau Warga Pesisir Waspada Gelombang Tinggi Empat Meter

Ia mengingatkan bahwa keempat fenomena yang terjadi secara bersamaan itu berpotensi menimbulkan kondisi di berbagai wilayah Indonesia.

“Dengan keempat fenomena yang terjadi secara bersamaan, membuat prediksi berdasarkan dampak dan dari prakiraan itu terdeteksi adanya potensi untuk siaga,” ucapnya. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.