BNPB Pastikan Penanganan Bencana Darurat Berjalan Baik

<p>Ket Foto: Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. (Foto/bnpb.go.id)</p>
Ket Foto: Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. (Foto/bnpb.go.id)

Berita Nasional, gemasulawesi – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, pastikan penanganan pascabencana Cuaca Ekstrem di Provinsi Jawa Tengah, pada Sabtu 31 Desember 2022 berjalan dengan baik.

Perjalanan darat, Kepala BNPB dijadwalkan tiba di kantor gubernur Jawa Tengah pada pukul 11.00 WIB.

Setibanya di Kantor Gubernur, Kepala BNPB akan melakukan Rapat Koordinasi Penanganan bencana Banjir Jawa Tengah bersama Gubernur, Bupati/Walikota dan Forkompimda se-Jawa Tengah.

Kunjungan didampingi oleh Fajar Setyawan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Deputi Logistik dan Peralatan BNPB Zahermann Muabezy, Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat Zaenal Arifin dan Tenaga Ahli Kepala BNPB.

Baca: BNPB Fokus Cari Korban Gempa Cianjur Dalam Waktu Tiga Hari

“Selain rapat koordinasi, Kepala BNPB juga akan memberikan bantuan dana Siap Pakai (DSP) kepada Pemprov Jateng dan bantuan logistik kepada warga terdampak secara simbolis,” ucap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Abdul Muhari, demikian keterangan tertulis yang diterima Republik Indonesia, Senin 1 Januari 2023.

Pada Minggu 1 Januari 2023 pagi, BNPB mencatat beberapa wilayah di Provinsi Jawa Tengah masih terendam banjir, antara lain Kota Semarang, Kabupaten Pati, Kabupaten Kendal, dan Kota Pekalongan.

Menurut laporan, 281 orang mengungsi di Kabupaten Kendal, 1.900 orang di kota Pekalongan, 1.395 orang di Kabupaten Kudus dan 455 keluarga di Kabupaten Demak.

Baca: Banjir Rendam Tiga Kelurahan di Kabupaten Tojo Una-Una

Sebagai langkah darurat, katanya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengerahkan peralatan seperti pompa penyedot air dan perahu karet untuk melakukan evakuasi.

Tidak hanya itu, BPBD juga menggandeng relawan untuk menyiapkan dapur umum dan posko bantuan untuk memenuhi kebutuhan pokok warga yang terdampak bencana banjir. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Penyeberangan Merak-Bakauheni Potensi Dilanda Angin Kencang

Penyeberangan Merak-Bakauheni berpotensi dilanda angin kencang dengan kecepatan 0,5 hingga 45 km perjam, dengan disertai hujan intensitas

Presiden Jokowi Minta Vaksinasi Covid-19 Digencarkan Lagi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar pemerintah menggencarkan kembali vaksinasi Covid-19. Upaya pemerintah ini dimaksudkan

Jokowi Umumkan Kebijakan Pencabutan Kebijakan PPKM

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan kebijakan pencabutan Perlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)

Ikuti Seleksi PPPK 2022, Berikut Syarat dan Cara Pendaftarannya

Pemerintah telah membuka seleksi PPPK 2022. Tahapan pendaftaran PPPK Teknis 2022 akan berlangsung mulai 21 Desember 2022 - 6 Januari 2023.

Aturan Baru Presiden Jokowi Mengenai Penjualan Rokok Eceran

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberlakukan aturan baru terkait penjualan rokok. penjualan rokok eceran akan dilarang.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;