BPST Siap Buka Rincian Dugaan Transaksi Ilegal Pengurus Lama

waktu baca 3 menit
Ket Foto: Kawasan ekonomi khusus kota Palu. (Foto/Ist)

“Kami belum melaporkan, itu nanti di RUPS, karena dana itu bukan merupakan penerimaan BPST tapi sepenuhnya dana milik TMM (Trinitan) dan peruntukannya untuk TMM bukan untuk BPST,” kata Mulhanan

Berita Palu, Gemasulawesi – PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST) selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kota Palu siap membuka rincian dugaan transaksi-transaksi ilegal dari sejumlah rekening yang tak dilaporkan oleh pengurus lama.

Kuasa Hukum BPST Indah Sariwati mengatakan bahwa jika diperlukan oleh masyarakat untuk mengawal proses hukum yang sedang berjalan di Bareskrim Mabes Polri dan audit investigasi di BPKP, maka BPST siap untuk membuka rincian transaksi ilegal dari rekening-rekening BPST yang tidak dilaporkan dalam Laporan Keuangan 2020 dan 2021 (Unaudited) oleh pengurus lama.

“Dengan demikian dapat diketahui aliran-aliran dana transaksi yang diduga ilegal pada rekening-rekening tersebut. Namun demikian, kami tetap menghormati proses hukum dan audit investigasi yang sedang dilakukan oleh pihak terkait terhadap BPST,” kata Indah dalam siaran persnya, pada Rabu 10 Agustus 2022.

Sementara itu, Mantan Direktur Utama PT BPST Andi Mulhanan Tombolotutu membenarkan adanya transaksi keuangan dari PT Trinitan, namun membantah jika dana itu milik BPST.

“Kami belum melaporkan itu nanti di RUPS, karena dana itu bukan merupakan penerimaan BPST tapi sepenuhnya dana milik TMM (Trinitan) dan peruntukannya untuk TMM bukan untuk BPST,” kata Mulhanan yang dikonfirmasi, Rabu siang, 10 Agusutus 2022.

Baca: Parimo Mesti Manfaatkan Potensi Kawasan Teluk Tomini

Mulhanan Tombolotutu mengaku tak paham apa motif direksi baru melaporkan dana Trinitan yang dititip di rekening khusus BPST dan digunakan oleh Trinitan sendiri.

“Mereka mungkin sakit hati dengan TMM yang sudah bergeser ke KEK Sorong. Nanti saya akan perlihatkan semua bukti pengeluaran untuk TMM dan tersisa hanya 2 item belum dilaksanakan karena mereka sudah tidak jadi melanjutkan proyeknya di KEK Palu,” tandas Toni, sapaan akrab mantan wakil walikota Palu ini.

Baca: Polisi Bekuk Pria Sedang Transaksi Narkoba di Banggai

Diberitakan sebelumnya, BPST melaporkan dugaan penyalahgunaan anggaran perusahaan ke polisi setelah mendapat somasi dari PT Trinitan Metal and Minerals (TMM). Somasi itu meminta kejelasan kepada BPST soal kerjasama mereka karena sudah melalukan pembayaran.

Pelaporan itu bermula saat BPST mendapat somasi dari salah satu rekanan yang ada di KEK yakni PT. Trinitan Resoucetama Indonesia, hal ini karena PT Trinitan meminta laporan pertanggungjawaban dari sejumlah uang yang mereka sudah transfer ke BPST.

Dari somasi itu, BPST menemukan adanya dugaan transaksi illegal yang dilakukan mengatasnamakan BPST dengan rekanan yaitu PT Trinitan dengan nilai mencapai Rp1,7 Miliar. (*/Aj)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Baca: Dugaan Penyalahgunaan Dana PT BPST Dilaporkan ke Polisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.