Bupati Toli-toli, M Saleh Bantilan Minta Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola Tutup Total Perbatasan

waktu baca 2 menit
ilustrasi/kronologi.id

, gemasulawesi.com- Peduli keselamatan warganya Bupati Toli-toli, M meminta Gubernur (Sulteng) Longki Djanggola untuk menutup total seluruh perbatasan. Ia mengaku, siap diberhentikan atau dipecat demi kepentingan warga jika konsekwensi secara total dianggap melanggar.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Toli-toli M dalam video rapat telekonferensi dengan Gubernur Longki Djanggola.

Bupati Toli-toli bersikukuh untuk tetap memberlakukan bahkan kalua perlu tutup secara total selama 14 hari.

“Saya setuju dengan saran menutup pada jam-jam tertentu. Tetapi saya lebih setuju lagi jika ditutup total. Karena Makassar telah banyak yang positif. Jangan sampai eksodus terjadi ke wilayah ,” tegasnya.

Namun demikian, walaupun dilakukan penutupan total, ada pengecualian bagi kendaraan muatan sembako, LPG dan ambulance dengan ketentuan melalui pemeriksaan ketat oleh tim kesehatan yang ditunjuk.

Menurutnya, langkah preventif itu penting untuk dilakukan mengantisipasi penularan virus corona yang sangat cepat.

“Jangan setelah banyak yang positif baru mengambil tindakan. Itu hal yang sia sia. Tidak ada cara lain. Karena virus ini penyebarannya lewat orang, bukan melalui udara,” ungkapnya.

Ia juga memohon maaf kepada Presiden, Gubernur adan Aparat penegak hukum. Ia mengatakan, tidak ada niat untuk membantah atau melawan kebijakan pemerintah provinsi maupun pusat.

Langkah secara total dipilihnya karena keinginannya untuk menjaga keselamatan warganya.

“Demi kepentingan warga Toli-toli, Tidak ada cara selain menutup total, titik!” kukuhnya.

Bupati , M juga meminta kepada seluruh bupati di untuk mengikuti langkahnya dengan menutup semua akses keluar masuk di perbatasan.

Ia menjamin, aktifitas warga tetap seperti biasa selama masa diberlakukan.

“Yang ingin turun melaut, berkebun atau berjualan di pasar disilahkan. Dengan ketentuan tetap memberlakukan himbauan social distancing dan tidak berkumpul,” tuturnya.

Ia menegaskan, bagi ODP Toli-toli yang bandel tidak mengindahkan isolasi mandiri akan dikenakan sanksi hukum.

Baca Juga: Update virus corona Sulawesi Tengah 31 Maret 2020, Ketambahan 11 ODP

Laporan: Muhammad Irfan Mursalim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.