Ini 4 Cara Mengatasi Perut Kembung

<p>Ket Foto: Ilustrasi</p>
Ket Foto: Ilustrasi

Kupas Tuntas, gemasulawesi – Setelah makan lebih banyak dari biasanya, beberapa orang mungkin mengalami kembung. Berikut cara mengatasi perut kembung menurut para ahli.

Perut kembung adalah kondisi umum saat makan berlebihan. Menurut Dr. Ali Rezaie, perut kembung selalu terjadi akibat makan yang terlalu berlebihan Ali Rezaie menyarankan agar Anda segera mencari pertolongan medis.

Baca: DPR Usulkan Izin Praktek Kedokteran Dipermudah Tangani Covid-19

Berikut adalah empat hal yang dapat Anda lakukan cara mencegah dan mengatasi perut kembung:

1. Istirahat di antara waktu makan

Usus halus menjaga dirinya tetap bersih dengan memindahkan makanan yang tidak tercerna ke dalam usus besar dan ini terjadi setiap dua jam ketika kita tidak makan.

Baca: Dalam Dua Hari, Bertambah Pasien Covid19 Meninggal di Parigi Moutong

2. Makan perlahan

Menurut ahli gastroenterologi Hardeep Singh, Anda menghirup lebih sedikit udara dengan mengunyah makanan lebih lama dan makan perlahan. Lebih sedikit udara berarti lebih sedikit pembengkakan.

3. Minum lebih banyak air

Makan terlalu banyak natrium dapat menyebabkan kembung dan minum banyak air dapat membantu menghilangkannya.

4. Cobalah diet rendah fermentasi

Rezaie mengatakan makan makanan fermentasi rendah dapat membantu mengurangi gejala yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri yang berlebihan di usus kecil. Tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan, menurut konsultan ahli gizi ahli gastroenterologi Kirsten Jackson.

Baca: Pemerintah Jamin Ketersediaan Stok Makanan Saat PPKM

Makanan yang sangat mudah difermentasi, seperti pemanis buatan, kacang-kacangan, kembang kol, dan brokoli menghasilkan gas, jadi mengurangi asupan dapat membantu. 

Namun, perlu diingat bahwa kacang-kacangan, kembang kol, dan brokoli memiliki banyak manfaat kesehatan lainnya, termasuk menyediakan serat yang penting untuk kesehatan usus, jadi Anda tidak boleh berhenti mengonsumsinya sama sekali. “Umumnya, diet yang lebih rendah karbohidrat dan lebih tinggi protein menyebabkan lebih sedikit kembung,” kata Rezaie.

Jika Anda tidak yakin atau jika Anda sering merasa bengkak hingga nyeri, temui dokter yang dapat meresepkan obat, diet, atau perawatan lainnya. (*)

Baca: Disperindag Parigi Moutong Kekurangan Tenaga Ahli Tera

...

Artikel Terkait

wave

Intip, 5 Tips dan Trik Membuat Konten Website Menarik!

Membuat konten pada website menarik memang tidak mudah. Isi konten yang dilampirkan harus membuat pengunjung penasaran untuk membacanya.

Auto Ngiler! Ini Dia 30 Makanan Khas Sulawesi yang Wajib Dicoba

Inilah ke-20 makanan khas Sulawesi yang harus kamu coba setidaknya sekali dalam seumur hidup! Membacanya saja sudah auto ngiler!

Monumen Persahabatan Rusia Dengan Ukraina Dirobohkan

Monumen yang menjadikan lambang persahabatan Rusia dan Ukraina kini dirobohkan di kyiv. Reaksi perobohan ini akibat invasi Rusia ke Ukraina.

Kenali Berbagai Jenis Stres serta Cara Mengatasi

Stres karena berbagai macam hal. Mengatasi stres minimalisir dampak negatif pada kesehatan fisik serta mental.

Kenali Microsleep Saat Berkendara, Tanda dan Bahaya

Microsleep adalah tidur singkat sekitar 30 detik. Karena durasinya yang singkat, orang tidak menyadari bahwa mereka berada dalam kondisi itu.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;