Debu APG Gunung Semeru Tutup Dusun Kajar Kuning Hingga 3 Meter

<p>Ket Foto: Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro salah satu lokasi terdampak awan panas guguran Gunung Semeru (Foto/Facebook Humas Lumajang)</p>
Ket Foto: Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro salah satu lokasi terdampak awan panas guguran Gunung Semeru (Foto/Facebook Humas Lumajang)

Berita Nasional, gemasulawesi – Debu awan panas guguran (APG) Gunung Semeru tutup Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro hingga 3 meter pada Minggu, 4 Desember 2022.

Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang melalui Bupati Thoriqul Haq untuk meninjau langsung lokasi tersebut.

Berdasarkan pengamatannya, keadaan Dusun Kajar Kuning saat ini tertutup material debu awan panas Gunung Semeru yang jatuh sebanyak tiga meter, hingga ada beberapa rumah warga di dusun itu terkubur debu.

“Bahkan dua jembatan di Dusun Kajar Kuning yang beberapa waktu lalu diresmikan juga ikut tertimbun material,” ucap pria bernama Cak Thoriq.

Baca: Akibat Erupsi Gunung Semeru, 2.219 Orang Mengungsi

Di sisi lain, Cak Thoriq kali ini mempercepat proses evakuasi. Pasalnya, warga sudah lama mempersiapkan sejak awal terjadi APG yang akan berlangsung pada Minggu, Desember 2022 pukul 03.00 dini hari.

Sebagian besar masyarakat juga telah menjaga berbagai posko pengungsian yang disediakan pemerintah dan relawan.

Sebelumnya, status Gunung Semeru dinaikkan dari Waspada (Level III) menjadi Waspada (Level IV).

Baca: Waspada, Gunung Semeru Meletus dan Mengeluarkan Awan Panas

Peningkatan status ini dimulai pada Minggu 4 Desember 2022 pukul 12.00 WIB.

Dengan peningkatan status tersebut,Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Hendra Gunawan, mengimbau kepada masyarakat agar tidak ada aktivitas dalam radius delapan kilometer (km) dari puncak.

“Dan (tidak ada aktivitas) di sektor arah tenggara (Besuk Kobokan dan Kali Lanang) hingga 19 kilometer dari puncak,” kata Hendra. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Akibat Erupsi Gunung Semeru, 2.219 Orang Mengungsi

Akibat bencana erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur (Jatim) 2.219 orang mengungsi yang terseber pada 12 titik, Gunung Semeru

Waspada, Gunung Semeru Meletus dan Mengeluarkan Awan Panas

Gunung Semeru kembali meletus dan mengeluarkan awan panas, warga sekitar diminta untuk waspada dan terus mengikuti perkembangan informasi.

Selama November Pulau Sulawesi Diguncang Gempa Ratusan Kali

Selama bulan November Pulau Sulawesi Selatan diguncang gempa sebanyak ratusan kali. Berdasarkan data Pusat Gempa Regional IV Makassar.

Tim SAR Perpanjang Tiga Hari Pencarian Pilot Helikopter Polri NBO-105

Pencarian pilot helikopter NBO-105 polri yang jatuh diperairan Manggar, Belitung Timur, hingga saat ini masih belum ditemukan, tim SAR

BPBD Lumajang Imbau Warga Tidak Beraktifitas di Lereng Semeru

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang imbau masyarakat untuk tidak beraktifitas di lereng Gunung Semeru pasca erupsi, Minggu

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;