Diterjang Banjir, BPBD Kota Makassar Evakuasi Puluhan Warga

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Banjir Kota Makassar (Foto/Screenshoot Facebook Bambang Permadi)

Berita Sulawesi Selatan, gemasulawesi – Diterjang , Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota , Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), terjun kan seluruh personil evakuasi puluhan warga yang terjebak di sejumlah pemukiman di tiga kecamatan.

Hal itu diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Achmad Hendra Hakamuddin di lokasi , Jumat, 18 November 2022.

“Seluruh peralatan kami telah diberangkatkan. Sekitar seratus orang telah dikerahkan dan didistribusikan ke berbagai lokasi. Mereka saat ini berada di Kecamatan Manggala dan Tamalanrea,” ucap Achmad Hendra Hakamuddin.

Personil beserta peralatan dan perahu karet diturunkan ke lokasi .

Baca: Diterjang Banjir dan Longsor, Majene Berstatus Siaga Darurat

Sejauh ini terpantau sebagian wilayah yang terendam di sekitar Kecamatan Manggala, Perumnas Antang dan Sudiang berada di Kecamatan Tamalanrea dan sebagian di Kecamatan Biringkanaya.

Saat ini, tim BPBD terus melakukan pendekatan kepada warga yang tidak ingin dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Sebagian warga memilih tetap tinggal di rumah mereka meski tergenang air.

Baca: Pasca Banjir Torue, Infrastruktur Rusak di Desa Purwosari Belum Tertangani

Sejak laporan awal diterima pada Kamis 17 November 2022 malam, kata Hendra, aliran air dari dataran tinggi di KKabupaten Gowa mulai masuk ke Blok 10 Komplek Perumahan Nasional Antang, Kabupaten Manggala, yang berbatasan dengan wilayah Gowa.

Beberapa warga mulai mengungsi ke Jabal Nur untuk mengantisipasi ketinggian air.

“Semalam, meski tidak ada hujan, air mulai naik. Air mengalir dari Gowa hingga . Terjadi lonjakan air yang signifikan di Kabupaten Manggala, setelah itu warga dataran rendah mulai lari dari . Awalnya sekitar 20 orang, tapi sekarang jadi 70 orang,” ucapnya.

Baca: Ratusan Rumah di Mamuju Terendam Banjir

Faktor pemicu lainnya, akibat hujan lebat dengan intensitas sedang menyebabkan debit sungai meningkat terus hingga dampaknya menggenangi rumah warga di kawasan perbatasan Gowa-.

Sementara itu, di wilayah Paccerakankang, Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea, limpasan air mulai meningkat dan berubah menjadi genangan di beberapa pemukiman warga setempat.

Laporan telah diterima bahwa banyak warga yang menuntut segera dievakuasi ke tempat aman.

Baca: Banjir Kembali Hantam Desa Pakuli Kecamatan Gumbasa

“Tim sudah berangkat ke lokasi. Untuk datanya belum kami kumpulkan. Kami konsentrasi untuk mengevakuasi warga. Empat perahu karet dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang melaporkan kondisinya,” kata mantan Kadispora .

Sebelumnya, pada Jumat pukul 13.10 WITA, BMKG Wilayah IV mengeluarkan peringatan dini bahwa hujan sedang hingga lebat dapat terjadi di beberapa kota pada pukul 13.40 WITA disertai petir, guruh, dan angin kencang dari Sulawesi Selatan. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.