DPRD Parigi Moutong Dukung Pemberdayaan Mantan Napiter

<p>Ket Foto: Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong, Faisan Badja (Foto/Dokumentasi gemasulawesi)</p>
Ket Foto: Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong, Faisan Badja (Foto/Dokumentasi gemasulawesi)

Berita Parigi Moutong, gemasulawesi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parigi Moutong, dukung pemberdayaan mantan narapidana terorisme (napiter) melalui kegiatan pertanian oleh Pemerintah Pusat.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong Faisan Badja yang dihubungi dari Palu, Rabu 5 Oktober 2022.

“Saya kira langkah ini sangat positif untuk membangun struktur kehidupan mantan napiter yang telah sadar dan memulai aktivitas baru,” ucap Faisan Badja.

Program untuk dukung pemberdayaan mantan napiter gerakan tanam hortikultura dan tanaman obat merupakan kerjasama yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Kementerian Pertanian dan berlangsung di 15 provinsi, salah satunya Sulawesi Tengah.

Menurut dia, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di daerah harus segera melakukan pendataan lapangan terhadap seluruh mantan napiter di kabupaten yang akan ditempatkan dalam kelompok tani (Poktan).

Yang khususnya Parigi Moutong adalah daerah sasaran program pemberdayaan di Kabupaten Torue untuk memberikan kesempatan kerja bagi mereka yang selama ini terpapar radikalisme.

“Pendataan mantan napiter bisa melibatkan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dari pihak lain karena kami belum menerima data berapa jumlah mereka di Parigi Moutong,” kata Faisan.

Dia mengapresiasi langkah pemerintah yang tepat melalui program peningkatan keterampilan unggul sejalan dengan kegiatan pemberdayaan yang dilakukan.

Baca: Pemkot Palu Gandeng JOCA Tingkatkan Kapasitas Huntap

Menurut Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulteng, sudah ada mantan napiter di empat poktan yang ditampung di Poso, Morowali Utara, Parigi Moutong dan Kota Palu, dengan bantuan senilai Rp50 juta diberikan pemerintah pusat, untuk setiap kelompoknya yang diperlukan untuk pembelian sarana produksi pertanian.

Gerakan ini dimulai Oktober hingga Desember 2022 sebagai program jangka pendek dengan harapan mereka lebih produktif dalam bekerja sehingga bisa hidup mandiri dengan mengandalkan pendapatan dari kegiatan bertani.

“Saya juga berharap instansi teknis terkait tidak hanya memantau tetapi juga memberikan penguatan agar kegiatan yang dilakukan memiliki dampak ekonomi yang lebih menjanjikan,” pungkas Faisan. (*/Ikh)

Baca: Tujuh Sekolah Terbengkalai, UNDP Siap Selesaikan Pembangunan

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Tujuh Sekolah Terbengkalai, UNDP Siap Selesaikan Pembangunan

menyatakan United Nations Development Programme (UNDP) siap untuk selesaikan pembangunan tujuh gedung sekolah yang sejak 2021 hingga kini

Pemkot Palu Gandeng JOCA Tingkatkan Kapasitas Huntap

Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, gandeng Lembaga Swadaya Masyarakat Jepang, Japan Overseas Cooperative Association (JOCA)

235.866 KPM di Sulawesi Tengah Telah Terima BLT BBM

235.866 keluarga penerima manfaat (KPM) di Sulawesi Tengah, telah terima bantuan langsung tunai penyesuaian harga bahan bakar minyak (BLT BBM)

Tragedi Stadion Kanjuruhan, Warga Sulsel Diajak Shalat Gaib

Tragedi Stadion Kanjuruhan, Warga Sulawesi Selatan (Sulsel) diajak Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan, untuk menggelar shalat gaib

10 Rumah Terbakar di Makassar Diduga Akibat Arus Pendek Listrik

10 unit rumah terbakar salah satunya merupakan kantor Kelurahan Tompo Balang hangus dilalap api, dalam kejadian kebakaran di Jalan Kangkung

Berita Terkini

wave

Skandal Galian C Sausu Taliabo: Keruk Bumi Pakai Solar Subsidi, Dewo Satria Kebal Hukum?

Aktivitas tambang galian C ilegal diduga milik Dewo Satria beraktifitas lancar dan lolos dari pantauan Unit Tipidter Polres Parigi moutong.

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.


See All
; ;