Dua Guru Bertikai di Muna Barat, Satu Meninggal Dunia

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Ilustrasi Gambar

Berita , gemasulawesi – Dua guru di Muna Barat, La Ode HR 53 tahun guru SMP bertikai mengunakan sebilah parang dan membacok La Ode TP 54 tahun hingga tewas di Pasar Kambawuna.

Kejadian bermula saat korban cemburu pada tersangka. Tersangka diduga memiliki hubungan asmara dengan istri korban.

Korban yang emosi tersebut tidak terima dan akhirnya mengikuti tersangka. Dengan sepeda motor dari Desa Lasosodo, Kecamatan Wadaga, menuju Pasar Kambawuna.

“Dalam perjalanan, korban menendang sepeda motor tersangka, namun tidak dihiraukan,” ucap Kapolres Muna AKBP Mulkaifin dari Kasat Reskrim Iptu Alamsyah Nugraha.

Setibanya di pasar Kambawu, tersangka menurunkan ayam yang hendak dijual dari sepeda motor. Tiba-tiba, korban mendekati tersangka.

Mencurigai, terus bergerak. Melihat sinyal korban akan mengeluarkan sesuatu dari tubuhnya, tersangka langsung mengeluarkan parang dan menikam korban berulang kali.

Korban dipukul dengan parang saat mencoba melarikan diri. Namun, dia terus mengejarnya.

“Modus tersangka karena merasa terancam oleh korban dan akhirnya membela diri,” katanya.

Baca: Beban Daya PLN Membengkak, Program Kompor Listrik Ditunda

Tersangka ditangkap polisi Muna. Sebagai pertanggungjawaban atas perbuatannya, tersangka ancaman pidana 15 tahun penjara berdasarkan Pasal 338 KUHP ayat 3.

Sementara itu, Kapolsek Kabawo Iptu La Ampi menyatakan, setelah menerima laporan tersebut, pihaknya langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dua guru yang bertikai tersebut  untuk mengamankan tersangka dan barang bukti.

“Korban sempat dibawa ke Puskesmas Kabawo namun nyawanya tidak bisa diselamatkan karena mengalami luka parah dan kehilangan banyak darah,” ucapnya. (*/Ikh)

Baca: Group Hacker Meretas Situs Resmi Bawaslu di Sumatera Barat

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.