Genjot Ekspor Desa, Kemendag Jadikan DSA Program Unggulan

waktu baca 3 menit
Foto Istimewa

Berita Sulawesi Selatan, gemasulawesi – Genjot Ekspor Desa, Kementerian Perdagangan (Kemendag), jadikan Desa Sejahtera Astra (DSA) program unggulan dengan membantu perluasan produk yang digagas PT Astra International Tbk.

Pengembangan potensi ekonomi pedesaan sangat penting untuk memaksimalkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal ini karena tingkat kemiskinan dan pengangguran tertinggi di berada daerah pedesaan.

Merry Maryati Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kementerian Perdagangan mengatakan Kementerian Perdagangan akan mendorong pengembangan potensi ekonomi desa.

Salah satunya mendukung perluasan pasar produk Desa Sejahtera Astra (DSA) yang dimulai oleh PT Astra International Tbk.

Seperti diketahui, DSA saat ini mencapai lebih dari 900 yang tersebar di seluruh Indonesia. Setiap DSA memiliki keunggulannya masing-masing, termasuk yang berorientasi ekspor.

“Produk seperti alga, ikan dan minyak nilam semakin diminati di luar negeri,” ucap Merry saat menghadiri peluncuran ekspor tiga Desa Sejahtera Astra (DSA) di Wakatobi, Bombana dan Bone di Makassar, Jumat 12 Agustus 2022.

Merry mengatakan pihaknya memiliki 46 perwakilan perdagangan luar negeri di 33 negara.

Ia menjelaskan, diversifikasi pasar ekspor agar lebih terbuka. Gunakan pusat perdagangan Indonesia untuk memperluas pasar, tentunya harus memenuhi standar negara yang dituju.

Di tempat yang sama, Syahrul, Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Desa, Kementerian PDDT, mengatakan bahwa kerjasama semua pihak diperlukan untuk meningkatkan perekonomian desa, terutama yang termasuk dalam kategori desa tertinggal.

“Kalau hanya pemerintah dan masyarakat desa tidak akan bisa menyelesaikan masalah ini,” ucapnya.

Ia juga menilai program DSA PT Astra International Tbk sebagai bentuk kerjasama dengan pihak swasta.

Ia mengatakan, 900 Desa yang tercakup dalam DSA ini merupakan kontributor kuat bagi pengembangan Desa potensial, namun tertinggal.

Menurutnya, keberhasilan program DSA yang menjadi program unggulan didorong oleh keberhasilan ketiga DSA dalam mengekspor produk ikan (senilai Rp 1,4 miliar ke Amerika Serikat), minyak nilam (senilai Rp 4,7 miliar ke India dan Pakistan) juga rumput laut. (senilai Rp 450 juta ke tiongkok).

“Proyek ini mempercepat peningkatan ekonomi desa. Dari tindak lanjut kami, semua desa yang mengikuti program ini sudah ada hasilnya,” ucapnya.
Untuk itu, pihaknya akan memasukkan program DSA ke dalam rencana strategis.

Ia menjelaskan, dalam rencana strategis 2024, DSA merupakan bagian dari program kementerian. Kami akan mengembangkan program DSA. Dengan kerjasama ini akan berdampak cepat.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman yang juga juga turut melepas ekspor menyambut baik keberhasilan tersebut. Ia mengucapkan terima kasih atas peningkatan ekspor yang secara langsung mempengaruhi perekonomian masyarakat ini.

“Mudah-mudahan ke depan terus tumbuh, dari ekspor hingga kekuatan ekonomi kita,” katanya.

Baca: Siap-siap Harga Mi Instan Naik Tiga Kali Lipat

Kepala of Corporate Affairs PT Astra Riza Deliansyah mengatakan dengan mengekspor produk ikan, minyak nilam dan rumput laut. Ia berharap perekonomian desa bisa terdongkrak sehingga bisa mengatasi kemiskinan dan pengangguran di kota.

Kedepannya, ia berharap semakin banyak program kerjasama antara pihaknya dengan pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan. Sehingga dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

“Sekarang ada 930 DSA. Ada lebih dari 19.000 pekerja baru melalui DSA. Pendapatan masyarakat meningkat 88 persen. Ada 94 jenis produk unggulan dengan nilai ekspor Rp 22 miliar,” katanya. (*/Ikh)

Baca: Ratusan Rumah Terendam Banjir di Kota Palopo

Ikuti Update Berita Terkini Gema Sulawesi di: Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.