Belum Sempat Disembelih, Seekor Sapi Kurban di Padukuhan Dengok V Gunungkidul Ditemukan Mati Gegara Terjerat Tali

Sapi kurban di Gunungkidul gagar dikurbankan usai mati karena terlilit tali.
Sapi kurban di Gunungkidul gagar dikurbankan usai mati karena terlilit tali. Source: Foto/Tangkap layar Instagram @psnews.id

Gunungkidul, gemasulawesi - Di Padukuhan Dengok V, Kalurahan Dengok, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, sebuah insiden tragis terjadi.

Seekor sapi yang seharusnya menjadi hewan kurban milik warga di Padukuhan Dengok V ditemukan mati karena terjerat tali.

Kejadian ini menimbulkan kesedihan mendalam bagi warga dan jamaah masjid Salafiyah di Padukuhan Dengok V tersebut.

Suyanto, seorang warga setempat, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi karena kondisi masjid Salafiyah di Padukuhan Dengok V yang masih dalam tahap pembangunan.

Baca Juga:
Keterlaluan! Sejumlah Aset Bangunan di Rusun Marunda Blok C Jakarta Utara Ludes Dijarah Maling, Begini Kondisinya Sekarang

Tidak ada jamaah yang tinggal di masjid semalaman untuk mengawasi sapi-sapi kurban.

Akibatnya, pada pagi hari, sapi berwarna coklat yang seharusnya disembelih untuk kurban ditemukan sudah mati akibat terjerat tali.

Berita matinya sapi kurban tersebut segera menyebar dan menyebabkan kesedihan di kalangan warga dan jamaah masjid.

Sapi tersebut merupakan salah satu hewan yang telah dipersiapkan untuk disembelih dan dagingnya dibagikan kepada warga setempat.

Baca Juga:
Viral Kisah Naufal, Seorang Tunarungu yang Gunakan Alat Bantu Dengar Saat Ikut Tes UTBK Tapi Malah Dituduh Pakai Ordal, Begini Ceritanya

Kematian sapi ini tidak hanya mengurangi jumlah hewan kurban, tetapi juga membawa perasaan duka bagi komunitas yang telah menantikan momen kurban tersebut.

Setelah ditemukannya sapi yang mati, warga segera mengambil tindakan untuk menguburkan hewan tersebut.

Sapi tersebut dikubur di lahan milik salah satu warga. Keputusan ini diambil untuk memastikan hewan tersebut ditangani dengan cara yang layak dan sesuai dengan nilai-nilai setempat.

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan dan perawatan hewan kurban, terutama saat mendekati waktu penyembelihan.

Baca Juga:
Cegah Kamtibmas, Satgas III Preventif Polda Sulawesi Tengah Melakukan Razia di Beberapa Titik Strategis Wilayah Poso dan Parigi Moutong

Kondisi masjid yang masih dalam pembangunan dan kurangnya pengawasan semalaman berkontribusi pada insiden tragis ini.

Hal ini pun menimbulkan beragam komentar dari netizen yang juga berempati atas insiden tersebut.

“Kasihan banget yang sudah kurban. Semoga nanti diganti yang lebih baik lagi buat yang sudah niat berkurban,” tulis akun @whi***.

Sebagian lainnya memberikan saran agar sapi kurban tidak diikat terlalu kencang.

Baca Juga:
Viral di Media Sosial! Penemuan Daging Kurban Berserat Seperti Lafaz Allah Bikin Heboh Warga Palembang

“Makanya jangan ikat sapi erat-erat. Mereka juga butuh napas, butuh bergerak juga. Jangan mentang-mentang mau dikurbankan terus dijerat sekuat-kuatnya. Otak itu dipakai juga, kesel jadinya,” tulis akun @fiv***.

Diharapkan, di masa depan, langkah-langkah pencegahan yang lebih baik dapat diambil untuk menghindari kejadian serupa.

Warga Padukuhan Dengok V berharap insiden ini dapat menjadi pembelajaran untuk semua pihak yang terlibat dalam proses persiapan kurban.

Mereka juga berharap agar tahun-tahun mendatang, persiapan dan pengawasan terhadap hewan kurban bisa lebih diperhatikan, sehingga tidak ada lagi kejadian serupa yang membawa duka dan kesedihan.  (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Heboh Penemuan 2 Janin yang Diduga dari Sapi Jantan Kurban Idul Adha di Masjid At Taqwa Pekanbaru, Begini Kata Penyembelih

Warga Pekanbaru dikejutkan dengan penemuan 2 janin diduga dari sapi jantan kurban Idul Adha di Masjid At Taqwa.

Telah Menjadi Agenda Rutin, Pj Bupati Parigi Moutong Serahkan 7 Sapi dan 5 Kambing dalam Rangka Peringatan Idul Adha

Dalam rangka merayakan Idul Adha, Pj Bupati Parigi Moutong menyerahkan 12 ekor hewan kurban yang merupakan bantuan pemkab.

Perayaan Idul Adha, Rachmat Syah Tawainella Salurkan 2 Ekor Sapi Kurban di Kabupaten Parigi Moutong

2 ekor sapi kurban disalurkan Rachmat Syah Tawainella di Kabupaten Parigi Moutong dalam perayaan Idul Adha tahun 2024.

Dagingnya Akan Dibagikan ke Kaum Dhuafa, Pemkot Makassar Akan Menyembelih 62 Ekor Sapi pada Hari Raya Idul Adha

Sebanyak 62 ekor sapi akan disembelih oleh Pemerintah Kota Makassar pada Hari Raya Idul Adha tahun 2024.

Hari Raya Idul Adha 2024, PPSKI Ungkap Sapi Limousin hingga Simental Menjadi yang Paling Banyak Dibeli oleh Pejabat dan Tokoh Besar

Sapi limousin hingga simental menjadi yang paling banyak dibeli oleh pejabat dan tokoh besar untuk kurban pada Idul Adha tahun 2024.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;