Nasional, gemasulawesi – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan pemerintah selalu memprioritaskan pelayanan terbaik untuk peternak.
Menurut Menteri Pertanian, hal tersebut termasuk dengan mempermudah proses perizinan yang diajukan untuk berbagai macam kegiatan usaha di sektor pertanian.
Menteri Pertanian mengatakan apa pun kebijakan dari pemerintah untuk mengakselerasi program tersebut, dia meminta untuk dibantu.
“Kami juga meminta untuk jangan dipersulit,” katanya.
Dia melanjutkan jika misalnya untuk breeding dan seterusnya, pihaknya akan memberikan dukungan penuh.
“Pada intinya, telah ada arahan untuk Indonesia mandiri daging,” ujarnya.
Amran memberikan contoh bahwa untuk memenuhi kebutuhan daging sapi, Indonesia masih harus melakukan impor kurang lebih 600 ribu ton daging dengan nilai sekitar 20 triliun rupiah.
“Bayangkan jika 20 triliun rupiah tersebut dipenuhi oleh petani Indonesia, maka ini akan luar biasa dan itu baru daging sapi, belum daging kambing dan juga daging ayam,” ucapnya.
Dikutip dari Antara, dalam keterangannya kemarin, 6 Juni 2024, Mentan menyebutkan untuk meningkatkan produksi daging dibutuhkan pendekatan secara holistik yang mempersiapkan semua hal dari hulu hingga ke hilir.
Menurutnya, pendekatan semacam ini, para peternak wajib untuk memperhatikan kesehatan hewan hingga ketersediaan pakan tercukupi.
“Sehingga nantinya daging yang dihasilkan akan berkualitas dan juga bergizi,” tuturnya.
Dia memaparkan jika pendekatan yang dilakukan holistik, dari hulu ke hilir, serta tidak dapat parsial.
Sebelumnya, Mentan juga sempat menyatakan jika konsep peternakan dan pabrik pakan mini yang dikembangkan oleh PT Lembu Setia Abadi Jaya atau LSAJ Farm Tangerang, Banten, akan membantu dalam pemenuhan kebutuhan pangan bergizi di Indonesia.
Dia menerangkan jika ini sebenarnya telah satu kesatuan yang nantinya mensupport pangan bergizi.
Menurutnya, jika konsep itu dapat dikembangkan dengan memberdayakan masyarakat lokal dengan memberdayakan masyarakat di sekitarnya dengan memanfaatkan area lahan yang ada, tentunya akan mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan juga kebutuhan pangan bergizi dalam negeri.
“Hal ini dikarenakan konsepnya adalah membantu masyarakat, plasmanya adalah 90 persen, yang artinya benar-benar ingin melihat masyarakat berkembang dan sejahtera,” paparnya. (*/Mey)