Seluruh Indonesia Terdapat Lebih dari 200 Mal Pelayanan Publik, Menpan RB Ungkap Jumlah MPP di Luar Jawa Sekarang Semakin Banyak

Ket. Foto: Menpan RB Menyampaikan Kini Jumlah Mal Pelayanan Publik Semakin Banyak di Luar Jawa
Ket. Foto: Menpan RB Menyampaikan Kini Jumlah Mal Pelayanan Publik Semakin Banyak di Luar Jawa Source: (Foto/ANTARA/HO-Humas Kementerian PANRB)

Nasional, gemasulawesi – Menurut laporan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi atau Menpan RB, Abdullah Azwar Anas, meresmikan 15 MPP atau Mal Pelayanan Publik, dimana di masing-masing MPP tersebut terdapat ratusan layanan yang tersedia untuk masyarakat di 1 tempat.

Menpan RB menyatakan dengan penambahan jumlah Mal Pelayanan Publik baru tersebut, sekarang terdapat lebih 206 MPP di seluruh Indonesia.

Abdullah Azwar Anas menyampaikan hal yang patut disyukuri adalah sekarang ini, jumlah Mal Pelayanan Publik semakin banyak di luar Jawa.

Baca Juga:
HRD yang Viral Usai Bentak dan Marahi Calon Karyawan Baru hingga Berlutut Akhirnya Buka Suara, Tegaskan Hal Ini

“Sehingga pelayanan publik ekselen tidak hanya terpusat di Jawa,” katanya kemarin, tanggal 24 Juni 2024.

Dia menambahkan ini berarti konsep Indonesia-Sentris tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur fisik, namun, juga terkait dengan pelayanan publik.

Anas memaparkan dengan hadirnya pusat pelayanan publik tersebut, pemerintah daerah diminta untuk mengedepankan fungsi pelayanan.

Baca Juga:
Heboh Dugaan Penyalahgunaan Kuota Ibadah Haji yang Diperoleh Indonesia Hingga Menimbulkan Antrian Panjang, Cek Fakta Sebenarnya

“Salah satunya dengan melakukan survei kepada publik untuk memantau kinerja pelayanan,” ujarnya.

Dikutip dari Antara, dia juga mengungkapkan harapannya agar nantinya bupati dan wali kota melakukan survei minimal setiap 6 bulan.

“Survei itu dilakukan kepada publik melalui lembaga survei terkait apakah ada peningkatan kepuasan rakyat dengan adanya Mal Pelayanan Publik,” jelasnya.

Baca Juga:
Pedagang Perabot Ditemukan Meninggal Dunia di Tokonya Kawasan Duren Sawit Jakarta Timur, Diduga Dibunuh Anak Perempuannya Gegara Ini

Anas menyatakan untuk memastikan hal itu, dirinya meminta agar jajaran di Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB untuk melakukan survei.

“Juga turun langsung ke lapangan dan juga melihat indikator-indikator pelayanan publik berjalan baik atau tidak,” ucapnya.

Menurutnya, jika Mal Pelayanan Publik telah diresmikan serta fungsi-fungsi pelayanan nanti bupati kerjakan, namun, jika kepuasan publik masih belum mengalami kenaikan, maka ini mengartikan ada sesuatu.

Baca Juga:
Aksi Seorang HRD Bentak dan Marahi Calon Karyawan Baru Hingga Berlutut Viral di Media Sosial, Ternyata Ini Penyebabnya

Dalam kesempatan tersebut, Anas juga memaparkan dia telah melakukan peninjauan langsung beberapa Mal Pelayanan Publik yang telah dilakukan peresmiannya secara online.

Dia juga mendorong agar setiap daerah tetap memenuhi indikator dan syarat Mal Pelayanan Publik.

“Harapannya ke depan dapat berfungsi dengan baik,” pungkasnya. (Antara)

...

Artikel Terkait

wave
Badai PHK Massal di Industri Tekstil Jadi Sorotan, 6 Perusahaan Besar Ini Tutup dan Memulangkan 13 Ribu Pekerja, Berikut Data Lengkapnya

6 perusahaan besar di industri tekstil ini terpaksa melakukan PHK besar-besaran hingga membuat 13 ribu pekerja kehilangan pekerjaannya.

Server PDN Kominfo Down Lebih dari 80 Jam, Pria Ini Tawarkan Perbaikan Tanpa Meminta Imbalan Apapun, Sindir Soal Anggaran Negara

Pria menawarkan diri untuk memperbaiki server PDN milik Kominfo yang down hingga lebih dari 80 jam gratis, tanpa imbalan apapun.

Baru Terungkap! Sindikat Uang Palsu Senilai Rp22 Miliar yang Dibongkar Polda Metro Jaya Ternyata Dijual Seperempat Harga

Polisi mengungkap sindikat uang palsu senilai Rp22 miliar ternyata dijual seperempat harga dengan uang asli sebanyak Rp5 miliar.

2 Pelaku Penjambretan di CFD Jakarta Pusat yang Sempat Viral Belum Juga Menyerahkan Diri, Polisi Bentuk Tim Gabungan

Pihak kepolisian membentuk tim gabungan untuk mempercepat penangkapan dua pelaku penjambretan di CFD Jakarta Pusat yang fotonya sempat viral

Lakukan Pertemuan, DPR Ungkap Berbagai Isu Sensitif Dibahas Bersama dengan Parlemen Thailand

Sejumlah isu sensitif dibahas oleh DPR RI bersama dengan parlemen Thailand dalam pertemuan yang dilakukan.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;