Ketua DPRD Desak Pemda Usut Tambang Emas Ilegal Buranga

<p>Foto: Tambang Emas Tanpa Izin Desa Buranga, Ampibabo, Parigi Moutong.</p>
Foto: Tambang Emas Tanpa Izin Desa Buranga, Ampibabo, Parigi Moutong.

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Karena sudah meresahkan warga, Ketua DPRD Parimo, Sulawesi Tengah, meminta Pemda investigasi tambang emas ilegal Buranga.

“Beberapa waktu lalu, kami menerima laporan keluhan warga Desa Buranga, Ampibabo, terkait keberadaan tambang itu,” ungkap Ketua DPRD Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sayutin Budianto Tongani, via sambungan telepon, Senin 15 Februari 2021.

Sejumlah warga mengeluhkan dampak pencemaran lingkungan dari aktifitas tambang ilegal Desa Buranga.

Pihaknya dengan tegas meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, segera melakukan investigasi mendalam ke lokasi tambang emas ilegal Buranga.

“Selain Pemda, Polres Parigi Moutong dan Polda Sulawesi Tengah juga segera melakukan investigasi,” sebutnya.

Baca juga: Massa Aksi Demo Sebut Tambang Emas Kasimbar Ancam Lingkungan

Ia juga meminta Pemprov Sulteng agar mengambil sikap tegas terkait operasi tambang emas ilegal Buranga.

“Intinya, saya bersikeras agar Pemda dan kepolisian untuk segera mengivestigasi tambang itu,” tegasnya.

Beberapa waktu lalu, warga Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah menolak aktivitas tambang ilegal Buranga.

Baca juga: Usut ASN Hadiri Deklarasi Paslon, Bawaslu Parimo Bentuk Tim

“Kami khawatir, aktivitas tambang ilegal itu dapat memicu banjir bandang,” terang warga.

Ia mengatakan, tambang emas ilegal Buranga berada di sekitar pemukiman warga, di dusun 4, dusun 5 dan dusun 6.

Wilayah itu kata dia, pernah ditempa banjir bandang. Peristiwa itu sendiri mengakibatkan tiga korban meninggal dunia.

Baca juga: Kecamatan Ampibabo, Parimo Dinilai Rawan Konflik

“Pada tahun 1999, sebelum adanya tambang, terjadi banjir bandang yang mengakibatkan tiga orang meninggal terbawa air,” tuturnya.

Diketahui, tambang emas ilegal Buranga, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, sudah beroperasi sejak tiga bulan lalu. Sebanyak 18 alat berat beroperasi sehari penuh.

Ini akan membawa dampak kerusakan lingkungan, khususnya bagi masyarakat dusun 4, dusun 5 dan dusun 6. Pasalnya, warga ketiga dusun itu tinggal di dekat aliran sungai.

Baca juga: Diduga Solar Tersuplai ke Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong

Baca juga: Wartawan Mamuju Tengah Tewas, SMSI Sulawesi Tengah Desak Investigasi

Laporan: Aldi

...

Artikel Terkait

wave

Polisi Tangkap Penyelundup Miras di Banggai

Usai aksi kejar-kejaran, Polisi akhirnya berhasil menangkap penyelundup miras di Banggai, Sulawesi Tengah, totalnya 150 liter cap tikus.

Dinsos Salurkan Bantuan Darurat Bencana Angin Kencang di Parigi Moutong

Dinsos salurkan bantuan darurat bencana angin kencang di dua desa di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pertama disalurkan ke Desa Parigimpu’u.

Angin Kencang Hantam Dua Desa di Parigi Moutong

Angin kencang hantam dua desa di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Beberapa rumah warga alami rusak berat.

Sat Narkoba Kembali Bekuk Pengguna Narkoba di Banggai

Satuan Narkoba Polres kembali bekuk satu warga pengguna Narkoba di Banggai, Sulawesi Tengah, tepatnya di Kompleks Pura Agung, Bungin Timur.

Pembayaran Gaji ASN di Poso Kembali Molor

Pembayaran gaji ASN di Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, kembali molor. Hingga saat ini belum menerima gaji untuk bulan Februari 2021.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;