Tidak Hanya Sekedar Memungut Retribusi, Pemerintah Kota Palu Meminta Juru Parkir Profesional dalam Menyelenggarakan Perparkiran

Ket. Foto: Pemerintah Kota Palu Meminta Para Juru Parkir Profesional
Ket. Foto: Pemerintah Kota Palu Meminta Para Juru Parkir Profesional Source: (Foto/ANTARA/HO-Humas Pemkot Palu)

Palu, gemasulawesi – Pemerintah Kota Palu dilaporkan terus berupaya melakukan perbaikan sistem parkir di tepi jalan umum agar pengelolaannya lebih profesional.

Menurut Pemerintah Kota Palu, hal tersebut dilakukan agar dapat menambah PAD atau Pendapatan Asli Daerah Palu.

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, dalam keterangannya tanggal 30 Juni 2024, dalam pertemuan bersama juru parkir, mengatakan juru parkir diminta untuk profesional dalam menyelenggarakan perparkiran.

Baca Juga:
Agar Dapat Bermanfaat untuk Semua Orang, Penguatan Keterampilan Teknik Las Diberikan untuk Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Kelas IIB Luwuk

“Tidak hanya sekedar memungut retribusi saja, namun juga mengutamakan pelayanan yang ramah sehingga pada akhirnya masyarakat puas,” katanya.

Dikutip dari Antara, dia menambahkan jika karcis wajib untuk diberikan kepada warga setelah membayar parkir.

Hadianto menyampaikan jika hal itu disebabkan Dinas Perhubungan telah menyiapkan karcis.

Baca Juga:
Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Buol, Gubernur Sulawesi Tengah Serahkan Bantuan Cadangan Pangan Beras untuk 7821 Penerima

“Parkir di tepi jalan mempunyai potensi yang cukup besar dan dapat menjadi sumber PAD,” ujarnya.

Dia menegaskan jika profesionalitas menjadi kunci utama dan itulah sebabnya pihaknya mengundang para juru parkir dengan tujuan menyamakan persepsi dan membangun kesepakatan bersama.

“Dalam layanan perparkiran,” ucapnya.

Baca Juga:
Dengan Sebaran 748 TPS, KPU Parigi Moutong Ungkap Pencocokan dan Penelitian Dilakukan Pantarlih dengan Menyasar 283 Desa atau Kelurahan

Hadianto Rasyid menyebutkan jika di tahun 2024, Pemerintah Kota Palu menargetkan pendapatan daerah dari sektor perparkiran sekitar 5 miliar ruoiah.

Dia mengungkapkan jumlah titik parkir yang telah dipetakan, yakni sekitar 300 titik dengan 500 orang juru parkir yang memperkuatnya.

Hadianto Rasyid menuturkan manfaat hasil retribusi parkir dikembalikan kepada warga dalam bentuk pembangunann.

Baca Juga:
Bentuk Menjaga Kesinambungan Menjalankan Aktivitas Harian, DPRD Gorontalo Utara Sebut Kecakapan Melaut Menjadi Lisensi Setiap Nelayan

“Itu baik yang bersifat fisik dan juga non fisik,” terangnya.

Dia menyatakan pajak dan retribusi dilakukan pengelolaannya oleh pemerintah dan digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta pembangunan daerah.

“Sehingga daerah ini akan lebih maju ke depannya,” pungkasnya.

Baca Juga:
Gerakan Masyarakat Sehat, Bupati Bone Bolango Harap Setiap Kebun Dasawisma Ditanami Sayur dan Buah

Wali Kota Palu menyampaikan jika di sisi lain, Pemerintah Kota Palu juga memfasilitasi juru parkir tidak hanya dari sisi atribut, namun, juga didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK dan BPJS Kesehatan.

“Itu adalah sebagai bentuk perhatian dari pemerintah terhadap tenaga kerja bukan penerima upah” tandasnya.

Hadianto Rasyid menegaskan telah menjadi komitmen dari pihaknya dalam memberikan perlindungan untuk para pekerja rentan, agar dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. (Antara)

...

Artikel Terkait

wave
Untuk Kesejahteraan Nelayan, Pemkab Gorontalo Utara Sebut Pengadaan Bantuan Kapal Ikan Masih dalam Tahapan Lelang

Pengadaaan bantuan kapal ikan yang ditujukan untuk kesejahteraan nelayan diungkapkan Pemkab Gorontalo Utara masih dalam tahapan lelang.

Lebih dari 100 Hektare Rusak Dampak Banjir Bandang, Dinas TPHP Parigi Moutong Upayakan Pemulihan Lahan Persawahan

Pemulihan lahan persawahan yang rusak akibat banjir bandang diupayakan oleh Dinas TPHP Kabupaten Parigi Moutong.

Heboh! Keluarga Ini Terlibat Cekcok dengan Rombongan Ojol yang Demo di Sekitar Gedung Sate Bandung, Padahal Hendak Jemput Jemaah Haji

Sebuah video yang menunjukkan ketegangan antara keluarga yang ingin menjemput jemaah haji dan sopir ojek online viral di media sosial.

Sebut DPR Berjanji Akan Membawa Aspirasi, DPRD Sulsel Harap Ada Penjelasan Terkait Program Tapera

Berkaitan dengan program Tapera, DPRD Sulawesi Tengah menyampaikan berharap ada penjelasan untuk disampaikan sebagai jawaban.

Telah Diekspor, Kemenkumham Sulteng Sebut Durian Montong Asal Parigi Moutong Berkesempatan Memperoleh Label Indeks Geografis

Durian montong yang khas dan asal Parigi Moutong disebutkan Kemenkumham Sulteng berpeluang untuk memperoleh label indeks geografis.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;