Viral Kisah Maryati, Terima Pembayaran Ganti Rugi Lahan Sawahnya untuk Proyek Tol Jogja-Bawen Hanya Ratusan Ribu, Ternyata Ini Alasannya

Berikut kisah warga di Magelang yang terima pembayaran uang ganti rugi (UGR) tol Jogja-Bawen senilai Rp954.740.
Berikut kisah warga di Magelang yang terima pembayaran uang ganti rugi (UGR) tol Jogja-Bawen senilai Rp954.740. Source: Foto/ilustrasi/Pixabay

Magelang, gemasulawesi - Pembayaran uang ganti rugi (UGR) untuk proyek tol Jogja-Bawen baru-baru ini mencuri perhatian publik setelah kasus Maryati, seorang wanita berusia 70 tahun dari Kabupaten Magelang, viral di media sosial. 

Maryati, yang merupakan nenek dari lima cucu, baru saja menerima pembayaran UGR sebesar Rp 954.740. 

Jumlah yang diterima Maryati ini tentunya tidak seberapa jika dibandingkan dengan ekspektasi banyak orang terhadap proyek sebesar ini.

Maryati tinggal di Desa Bojong, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.

Baca Juga:
Dokter RSJ Sambang Lihum Bongkar Penyebab Puluhan Warga di Banjarmasin Masuk Rumah Sakit Jiwa, Ternyata Bukan Hanya Karena Mabuk Kecubung

Lahan miliknya yang terkena dampak proyek tol terletak di Desa Pagersari. 

Meskipun luas lahan yang terkena proyek tol ini hanya 0,9 meter persegi, nilai ganti ruginya mencapai hampir satu juta rupiah. 

Situasi ini menjadi sorotan karena besaran uang ganti rugi yang diterima Maryati dianggap relatif kecil dibandingkan dengan nilai tanah atau dampak proyek secara keseluruhan.

Dalam wawancaranya, Maryati mengungkapkan bahwa lahan yang terkena proyek tol ini merupakan bagian kecil dari keseluruhan sawahnya yang luasnya sekitar 700 meter persegi. 

Baca Juga:
Anak Pertama Pasutri Lansia di Bogor yang Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah Akhirnya Buka Suara, Bantah Seluruh Tuduhan dengan Bukti Ini

"Tanah saya yang terkena hanya segini, sebesar 0,9 meter persegi," ungkap Maryati dengan nada yang tenang. 

Ia mengungkap jika tanah yang terkena protek tol hanya pojokan sawahnya saja.

"Ini adalah pojokan sawah saya yang kena proyek tol. Total luas sawah saya sekitar 700 meter, tapi yang terkena hanya 0,9 meter persegi," tambahnya.

Kisah Maryati menjadi viral di media sosial karena warganet merasa jumlah pembayaran ganti rugi yang diterima tidak sebanding dengan ekspektasi mereka. 

Baca Juga:
Soroti Jatuhnya Helikopter di Pantai Suluban Pecatu Bali Akibat Terlilit Layang-layang, Begini Kata Menteri Perhubungan Budi Karya

Banyak orang menganggap bahwa untuk proyek sebesar tol Jogja-Bawen, pembayaran UGR seharusnya lebih besar. 

Maryati sendiri mengaku baru kali ini menerima pembayaran UGR dan menganggap bahwa jumlah tersebut cukup sesuai dengan luas tanah yang terkena proyek.

Reaksi di media sosial beragam, dengan sebagian warganet menyatakan simpati terhadap Maryati dan berharap ada penyesuaian dalam proses ganti rugi untuk memastikan keadilan bagi semua pihak yang terkena dampak proyek. 

Ada juga yang mengkritik prosedur pembayaran ganti rugi yang dianggap tidak memadai. 

Baca Juga:
Sempat Diperingatkan Warga Tapi Abai, Pelajar SMA yang Hendak Tawuran di Jakarta Barat Ini Tewas Tertabrak Kereta, Begini Kata Saksi

Keresahan publik ini mengundang diskusi lebih lanjut tentang bagaimana pemerintah dan pengembang proyek dapat lebih memperhatikan dan meningkatkan proses ganti rugi untuk masyarakat.

Maryati mengakui bahwa meskipun nilai UGR yang diterimanya tidak sebesar yang diharapkan, dia tetap memahami pentingnya proyek tol ini. 

Kisah Maryati menjadi contoh nyata bagaimana ukuran pembayaran ganti rugi bisa berbeda-beda tergantung pada luas lahan yang terkena proyek. 

Meski nilai UGR yang diterima Maryati mungkin tidak memenuhi ekspektasi banyak orang, proses ini tetap bagian dari upaya untuk memastikan bahwa proyek pembangunan berjalan dengan lancar dan adil. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Tanggapi Viralnya Video Razia Barang Impor di ITC Mangga Dua hingga Tuai Kecaman dari Hotman Paris, Bea Cukai Tegaskan Hal Ini

Begini tanggapai Bea Cukai terkait viralnya momen petugas lakukan razia penertiban barang impor di ITC Mangga Dua, Jakarta Utara.

Sudah Buat Nota Dinas Berbulan-bulan tapi Tak Ada Respon, Keluhan Petugas Damkar Depok Terkait Banyaknya Sarana Prasarana yang Rusak Viral

Viral video petugas pemadam kebakaran (damkar) Kota Depok mengeluhkan gergaji mesin dan rem tangan tidak berfungsi maksimal.

Usai Keluhan Content Creator yang Pesanannya Ditahan Bea Cukai Viral, Pria Ini Ternyata Juga Alami Hal yang Sama, Begini Ceritanya

Pria ini bagikan pengalamannya terkait pelayanan Bea Cukai yang juga sempat dikeluhkan seorang content creator.

Terekam CCTV! Viral Aksi Pencurian Seorang Pria dengan Modus Geser Tas di Restoran Aroem Jakarta Pusat, Begini Cara Pelaku Lancarkan Aksinya

Aksi pencurian dengan modus geser tas terjadi di restoran Aroem, Gambir, Jakarta Pusat viral di media sosial.

Panik! Detik-detik Petugas Bea Cukai Diduga Lakukan Razia Besar-besaran Penertiban Barang Impor di ITC Mangga Dua Jakarta Utara Viral

Viral momen petugas Bea Cukai lakukan razia penertiban barang impor di ITC Mangga Dua, Jakarta Utara. Begini faktanya.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;