Usai Bantah Tuduhan Telantarkan Orang Tuanya, Anak Pasutri Lansia yang Ditemukan Tewas di Bogor Tuntut Hak Waris Rumah yang Ditahan Ketua RT

Usai kabar kematian kedua orang tuanya viral, anak pasutri lansia di Bogor yang ditemukan tewas di dalam rumahnya ini buka suara.
Usai kabar kematian kedua orang tuanya viral, anak pasutri lansia di Bogor yang ditemukan tewas di dalam rumahnya ini buka suara. Source: Foto/TikTok @storywartawanhiburan

Bogor, gemasulawesi - Kematian tragis pasangan lansia Hans Tomasoa dan Rita Tomasoa di rumah mereka di Perumahan Citra Indah Bukit Raflesia, Desa Singajaya, Jonggol, Bogor, Jawa Barat, menyisakan banyak pertanyaan dan kontroversi. 

Pasangan tersebut ditemukan tewas dalam kondisi membusuk di dalam kamar rumah mereka, yang segera menimbulkan tuduhan bahwa anak-anak Hans Tomasoa dan Rita Tomasoa telah menelantarkan orang tua mereka hingga tewas.

Aris Tokra Tomasoa, putra sulung dari Hans dan Rita, kini tengah menghadapi tantangan dalam menuntut hak waris atas rumah orang tuanya. 

Aris mengungkapkan kesulitan yang dihadapinya untuk masuk ke rumah yang kini dikunci oleh pengurus RT setempat. 

Baca Juga:
Dilangsungkan Hari Ini, KPU Parigi Moutong Adakan Sosialisasi Penyusunan Visi dan Misi Bakal Cabup dan Cawabup

Ia menjelaskan bahwa meski ia berniat untuk menempati rumah tersebut, akses keluarga dibatasi sementara media diberikan izin masuk. 

"Kami mengalami kendala serius untuk memasuki rumah karena kunci dipegang oleh ketua RT. Ini sangat mengecewakan karena rumah tersebut merupakan hak kami sebagai ahli waris," jelas Aris dalam video yang diunggah di TikTok @storywartawanhiburan.

Selain menghadapi masalah terkait akses rumah, Aris dan pengacara mereka, Andreas Sapta Finady, juga menanggapi tuduhan bahwa mereka telah mengabaikan orang tua. 

Tuduhan tersebut muncul setelah kematian Hans dan Rita viral di media sosial.

Baca Juga:
Peringati Hari Mangrove Sedunia, Lembaga Pecinta Alam dan Petualangan El Capitan Indonesia Melakukan Penanaman Ribuan Bibit Bakau di Parigi Moutong

Andreas dengan tegas membantah bahwa keluarga Tomasoa menelantarkan orang tua mereka. 

Ia mengklarifikasi bahwa meski Aris pindah dari rumah pada 2018 untuk pekerjaan baru, ia tetap rutin mengunjungi orang tuanya. 

Andreas juga menyebutkan bahwa anak bungsu, Ciro, secara aktif menjenguk orang tua mereka.

“Tuduhan bahwa klien kami tidak menjenguk orang tua sejak 2017 adalah tidak benar. Mereka terus memberikan perhatian dan dukungan kepada orang tuanya,” tegas Andreas.

Baca Juga:
Fakta Baru Terungkap Terkait Viralnya Penggerebekan Arena Sabung Ayam di Jatiasih Bekasi, Ternyata Terapkan Sistem Ini

Keluarga Tomasoa juga melibatkan tokoh masyarakat, seperti Teh Eka dan Pak Suanda, untuk memantau keadaan Hans dan Rita. 

Andreas mengungkapkan bahwa mereka menghadapi kesulitan dalam mengakses rumah setelah kematian orang tua mereka dan menduga adanya penghalangan oleh pihak-pihak tertentu, termasuk saudara mendiang.

Ia juga mengungkapkan bahwa informasi yang beredar mengenai ketidakpedulian mereka tidak akurat dan merugikan keluarga.

Dalam upaya melindungi privasi keluarga dan mengatasi penyebaran informasi yang tidak benar, Andreas meminta agar foto dan video mendiang segera dihapus dari publikasi. 

Baca Juga:
Sebelum Menentukan Dukungan Calon Kepala Daerah di Pilkada Sulteng 2024, Golkar Masih Menunggu Hasil Survei Tahap Kedua

"Kami memohon agar semua foto dan video mendiang dihapus untuk menghormati privasi dan martabat keluarga," ujarnya.

Kisah ini menggarisbawahi tantangan yang dihadapi dalam mengelola hak waris dan perlunya menjaga komunikasi yang jelas serta menghormati privasi keluarga dalam situasi yang penuh tekanan. 

Seiring dengan tuntutan hak waris, Aris dan keluarganya berharap situasi ini dapat diselesaikan secara adil dan sesuai dengan hukum yang berlaku. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Anak Pertama Pasutri Lansia di Bogor yang Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah Akhirnya Buka Suara, Bantah Seluruh Tuduhan dengan Bukti Ini

Dituding menelantarkan kedua orangtuanya, anak pertama pasutri lansia yang ditemukan meninggal di Bogor akhirnya muncul dan ungkap hal ini.

Tak Ada Anak-anaknya yang Datang, Visum hingga Pemakaman Pasutri Lansia di Bogor yang Ditemukan Meninggal Ditanggung Jemaat GPIB Cipeucang

Jemaat GPIB Cipeucang menanggung seluruh biaya visum hingga pemakaman pasutri lansia yang ditemukan meninggal di dalam rumahnya di Bogor.

Hanya Tinggal Berdua, Begini Kronologi Penemuan Pasutri Lansia Tak Bernyawa di Bogor, Ditemukan Berdampingan dalam Kamar Rumahnya

Jenazah pasutri lansia di Kecamatan Jonggol, Bogor, ditemukan telah membusuk di rumahnya oleh warga, berikut kronologi penemuannya.

Terungkap! Pasutri Lansia yang Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Rumahnya di Bogor Ternyata Dulunya Punya Profesi Mentereng, Ini Sosoknya

Berikut merupakan sosok pasutri lansia yang ditemukan meninggal dalam kondisi membusuk di dalam kamar rumahnya di Bogor.

Tak Ada Tanda-tanda Kekerasan, Polisi Beberkan Dugaan Sementara Penyebab Pasutri Lansia di Bogor Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Rumahnya

Begini penjelasan polisi soal dugaan sementara penyebab pasutri lansia di Bogor ditemukan tewas membusuk di dalam rumahnya.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;