Bogor, gemasulawesi - Dua lansia, Hans Tomasoa (83 tahun) dan Rita Tomasoa (73 tahun), ditemukan meninggal di rumah mereka di Perumahan Citra Indah Bukit Raflesia, Desa Singajaya, Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kedua lansia itu tinggal sendiri sebagai suami istri dan jarang terlihat oleh tetangga mereka dalam beberapa waktu terakhir.
Masyarakat sekitar mulai curiga ketika tidak melihat aktivitas dari pasangan lansia tersebut dan mencium aroma tidak sedap di sekitar rumah mereka.
Keterangan dari Kapolsek Jonggol, Kompol Wagiman, menyebutkan bahwa Rita Tomasoa telah menderita sakit stroke dalam jangka waktu yang lama, sementara suaminya Hans Tomasoa sudah lanjut usia.
Hal ini menunjukkan bahwa kondisi kesehatan mereka mungkin menjadi faktor utama dalam kejadian ini.
Ketika kecurigaan semakin meningkat, masyarakat akhirnya memutuskan untuk membongkar pintu rumah mereka karena penasaran dengan keadaan mereka yang tidak terlihat.
Setelah membuka pintu, mereka menemukan kenyataan yang mengenaskan bahwa kedua lansia itu telah meninggal dunia di tempat tidur mereka.
Ketua RT segera menghubungi Polsek Jonggol untuk melaporkan kejadian ini.
Baca Juga:
Tempati Posisi Tertinggi Ketiga, Pertumbuhan Ekonomi Sulteng pada Kuartal I 2024 Tumbuh 10,49 Persen
Mendapat laporan dari warga, Wagiman memimpin timnya untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cileungsi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Penyelidikan awal oleh pihak kepolisian tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan atau indikasi tindak kriminal terkait kematian keduanya.
Keluarga dari pasangan ini telah menerima kejadian ini sebagai musibah yang tidak terduga, dan jasad mereka telah dimakamkan dengan layak oleh pihak gereja dan keluarga.
Kematian tragis ini menarik perhatian di media sosial karena spekulasi dan reaksi publik terhadap dugaan bahwa mereka ditinggalkan atau tidak mendapatkan perhatian yang memadai dari keluarga mereka.
Meskipun tidak ada bukti konkret yang mendukung klaim tersebut, peristiwa ini mengingatkan kita akan pentingnya perawatan dan perhatian terhadap lansia di dalam masyarakat.
Keadaan sosial dan lingkungan yang menunjukkan isolasi atau minimnya interaksi dapat menjadi peringatan bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap kesejahteraan lansia di sekitar kita.
Kondisi kesehatan yang rapuh dan kemungkinan adanya isolasi sosial adalah faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam mencegah tragedi serupa di masa mendatang.
Hal ini menekankan perlunya peran aktif dari keluarga, tetangga, dan masyarakat secara luas dalam memastikan bahwa lansia mendapatkan perawatan dan dukungan yang mereka butuhkan untuk menjalani hari-hari terakhir mereka dengan martabat dan kenyamanan.
Kondisi anak-anaknya yang tak pernah menjenguk bahkan tak bisa dihubungi juga menjadi sorotan utama dalam kasus meninggalnya pasutri tersebut.
Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kejanggalan kasus ini. (*/Shofia)