Viral! Toko Kelontong di Karangligar Karawang Jadi Korban Penipuan Pria dengan Modus Tukar Uang Receh, Begini Kronologinya

Aksi seorang pria menggunakan modus penukaran uang koin untuk menipu pemilik toko di Karangligar viral di media sosial.
Aksi seorang pria menggunakan modus penukaran uang koin untuk menipu pemilik toko di Karangligar viral di media sosial. Source: Foto/Tangkap layar Instagram @memomedsos_official

Karawang, gemasulawesi - Insiden penipuan yang cukup menghebohkan terjadi di sebuah toko kelontong di Karangligar, Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. 

Kejadian di di Karangligar ini menjadi viral setelah aksi seorang pria menggunakan modus penukaran uang koin untuk menipu pemilik toko beredar luas.

Dalam rekaman CCTV yang tersebar, pelaku terlihat datang ke sebuah toko di Karangligar tersebut dengan mengendarai sepeda motor Honda PCX berwarna merah dan mengenakan topi hitam. 

Ia mengaku tinggal di kontrakan dekat lokasi toko, tepatnya di belakang masjid. 

Baca Juga:
Menyelami Keindahan Danau Dendam Tak Sudah, Destinasi Wisata di Bengkulu yang Dihiasi Legenda Memikat dan Alam yang Mengagumkan

Dengan tergesa-gesa, pelaku meminta menukar uang koin sejumlah Rp1.000.000, beralasan bahwa dirinya sedang terburu-buru.

Pemilik toko, yang merasa tidak ada yang mencurigakan, menyetujui permintaan tersebut dan menerima koin-koin dari pelaku tanpa menghitung ulang jumlahnya. 

Setelah pria tersebut meninggalkan toko, pemilik toko baru menyadari bahwa jumlah uang koin yang diterima hanya sebesar Rp494.000, sehingga terdapat kekurangan sebesar Rp509.000 dari jumlah yang dijanjikan.

Rekaman CCTV toko memperlihatkan pria tersebut mengenakan topi hitam dan mengendarai sepeda motor Honda PCX berwarna merah dengan plat nomor AA. 

Baca Juga:
Menelusuri Sejarah Kolonial dan Keindahan Alam di Pulau Doom, Intiplah Permata Tersembunyi Papua Barat yang Wajib Dikunjungi

Identitas pelaku belum diketahui, dan kejadian ini segera dilaporkan kepada pihak berwajib. Pemilik toko berharap dengan adanya rekaman CCTV, pelaku dapat segera ditangkap dan diadili.

Kejadian ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi pemilik toko lainnya agar lebih berhati-hati dalam menerima penukaran uang koin. 

Pemilik toko dihimbau untuk selalu menghitung ulang uang yang diterima, meskipun pelaku terlihat tergesa-gesa dan memberikan alasan apapun. 

Penipuan dengan modus seperti ini bukanlah hal baru, namun tetap saja banyak korban yang terperangkap karena kurangnya kewaspadaan.

Menurut data yang ada, kasus penipuan dengan modus penukaran uang koin telah beberapa kali terjadi di berbagai daerah.

Pelaku sering memanfaatkan kelengahan dan ketergesa-gesaan korban untuk melancarkan aksinya. 

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat, terutama pemilik usaha, untuk selalu waspada dan tidak mudah percaya pada orang yang tidak dikenal.

Di media sosial, kejadian ini pun menuai beragam komentar.

"Harus dihitung lagi, ya Bu. Pintar sedikitlah, ya. Sekarang banyak modusnya, atuh. Perbaiki typo saja," komentar akun @ari**.

Insiden ini menambah daftar panjang kasus penipuan yang merugikan masyarakat. 

Penting bagi pemilik usaha untuk selalu waspada dan memastikan transaksi yang dilakukan benar-benar aman dan transparan. Semoga pihak berwajib segera dapat menangkap pelaku dan menghentikan aksi-aksi penipuan semacam ini.

Selain itu, pihak kepolisian diharapkan dapat meningkatkan patroli dan sosialisasi mengenai berbagai modus penipuan yang sedang marak terjadi, sehingga masyarakat bisa lebih waspada dan terhindar dari tindak kejahatan. 

Dengan kerjasama yang baik antara masyarakat dan aparat penegak hukum, diharapkan kasus-kasus penipuan seperti ini dapat diminimalisir dan pelaku kejahatan dapat segera ditindak. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Puluhan Penyanyi Dangdut di Depok Jadi Korban Penipuan Arisan Bodong, Kerugian Diperkirakan Mencapai Rp3,5 Miliar

Puluhan penyanyi atau biduan asal Depok didampingi kuasa hukumnya membuat laporan dugaan penipuan arisan bodong ke Polres Metro Depok.

Terus Bertambah! Polisi Tangkap 1 Lagi Tersangka Baru dalam Kasus Penipuan Online Modus Loker Paruh Waktu, Ini Sosoknya

Bareskrim Polri menetapkan satu lagi tersangka baru kasus penipuan online jaringan internasional berkedok lowongan kerja (loker) paruh waktu

Raup Keuntungan Rp1,5 Triliun! Ternyata Begini Modus Operandi Sindikat Penipuan Online Berkedok Loker Paruh Waktu yang Viral di Media Sosial

Kasus penipuan jaringan internasional bermodus lowongan kerja paruh waktu berhasil diungkap Polri, begini modus operandi pelaku.

Dijanjikan 3 Anaknya Masuk Akpol dan TNI, Ibu di Sumatera Utara Ini Malah Jadi Korban Penipuan hingga Rp4 Miliar, Begini Kronologinya

Lestina Barus, seorang warga di Sumatera Utara menjadi korban dugaan penipuan modus masuk Taruna Akademi Kepolisian (Akpol).

Heboh! Penipuan Dessert Box di Medan Hingga Rugikan Banyak Pelanggan Viral di Media Sosial, Dugaan Penjual Bekerja Sama dengan Ojol Mencuat

Gegara tergoda promosi yang menarik, kasus penipuan dessert box di Medan yang merugikan banyak pelanggan menjadi viral di media sosial.

Berita Terkini

wave

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal

Gurita Tambang Ilegal: Oknum Polisi Edi Jaya Diduga Lebarkan Sayap hingga ke Desa Maleali

Tidak hanya di Mentawa Sausu Torono, Oknum polisi Edi Jaya diduga juga mulai masuk merambah ke Desa Maleali.

Rapor Merah AKBP Hendrawan: Dinilai Gagal Total Disiplinkan Anggota Penyusup Bisnis PETI dan Solar Ilegal

Kapolres Parigi moutong, Hendrawan dinilai gagal mendisiplinkan internal dalam jajarannya berkaitan keterlibatan PETI di Parimo.


See All
; ;